Wiwi
Wiwi

Minggu, 13 November 2022 09:03

Yakini G-20 Beri Dampak Besar Bagi Pariwisata Bali, Asita: Akan Dirasakan di Tahun 2023

Yakini G-20 Beri Dampak Besar Bagi Pariwisata Bali, Asita: Akan Dirasakan di Tahun 2023

Dampak tersebut memang tidak langsung terlihat saat KTT G-20 berlangsung, tetapi diyakini sudah mulai dirasakan di tahun 2023.

BUKAMATA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Putu Winastra meyakini penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali pada 15-16 November 2022 akan memberi dampak besar pada sektor pariwisata, khususnya di Bali.

Dampak tersebut memang tidak langsung terlihat saat KTT G-20 berlangsung, tetapi diyakini sudah mulai dirasakan di tahun 2023.

“Kami dari pelaku industri pariwisata berharap ada dampak yang besar setelah KTT G-20 digelar. Kalau sekarang ini menjadi momen memperkenalkan Bali kepada seluruh dunia karena fokus perhatian dunia akan banyak tertuju ke Bali. Ketika KTT G-20 sudah selesai, pariwisata di Bali akan kembali booming karena banyak yang penasaran dengan Bali,” kata Putu Winastra dalam acara diskusi secara daring bertajuk “GO Impact for Indonesia”, dilansir dari Berita Satu, Minggu (13/11/22).

Meskipun saat penyelenggaraan KTT G-20 dilakukan sejumlah pengetatan mobilitas masyarakat dan juga wisatawan yang datang, Putu juga meyakini hal ini tidak akan berdampak besar. Pasalnya penyelenggaraan KTT G-20 di Bali bertepatan dengan low season. Puncak kunjungan biasanya baru akan terjadi pada akhir tahun.

“Di November itu biasanya low season. Sebelum pandemi pun, biasanya kunjungan di bulan November itu rendah, jadi tidak ada masalah kalau ada pembatasan,” kata Putu.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah mengatakan, berbagai persiapan untuk menyambut delegasi KTT G-20 saat ini terus disempurnakan.

Diperkirakan dalam 2 hari ke depan, para delegasi KTT G-20 dari berbagai negara akan mulai berdatangan ke Indonesia. Hingga saat ini tercatat ada 17 kepala negara yang akan hadir langsung dalam KTT G-20 di Bali.

"Betul, sejauh kehadiran pada level kepala negara, kepala pemerintahan, atau pimpinan G-20 memang 17. Kita mengantisipasi sebenarnya bergabung secara virtual. Namun, ini juga masih terus berproses," kata Teuku.

Selain negara-negara G-20, Teuku mengatakan pemerintah Indonesia juga mengirim undangan kepada negara-negara lain di luar G-20 dan juga organisasi internasional.

“Kita harus melihat bahwa konteks undangan selain 20 anggota G-20 termasuk Indonesia kita juga mengirimkan 10 undangan. Saya catat delapan dari level kepemimpinan yang menyatakan hadir dan 10 organisasi internasional akan dipimpin katakanlah oleh ketua organisasi tersebut," kata Teuku.

Antusiasme yang besar dari para kepala negara dan juga perwakilan organisasi internasional ini menunjukkan apresiasi yang besar kepada Indonesia sebagai tuan rumah KTT G-20.

"Dari sisi representasi, sebenernya bisa dikatakan sudah sangat-sangat impresif, sangat menunjukkan apresiasi mereka terhadap pengundang dalam hal ini Indonesia," kata Teuku.

#Bali #g20 #pariwisata #ASITA