PSM Makassar Siap Tantang Persis Solo di Manahan: Trucha Lakukan Rotasi, Abu Kamara Starter
29 November 2025 19:07
Masyarakat adat Luwu Timur terdiri dari beberapa suku asli seperti Padoe, Karunsie, dan Tambee, yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi unik.
LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Parmudora) Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, menegaskan kepedulian Pemerintah Daerah terhadap kearifan lokal dan keberadaan masyarakat adat. Salah satu contoh kepedulian itu adalah pada tahun 2022, Pemkab Luwu Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menginventarisasi semua komunitas/masyarakat adat di Kabupaten Luwu Timur.

Ia mengungkapkan, tercatat 14 komunitas/masyarakat adat, yang selanjutnya diberi pendampingan dalam melengkapi persyaratan untuk mendapatkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (PPMHA) dari Pemkab Luwu Timur. Hal ini sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 52 Tahun 2014.
"Permendagri ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengeluarkan peraturan dan kebijakan untuk mengakui serta melindungi hak-hak masyarakat hukum adat di wilayah mereka," kata Andi Tabacina, Jumat, 17 Oktober 2025.
Dari perspektif wisata budaya dengan keberadaan masyarakat adat di dalamnya, Andi Tabacina mengungkapkan harapannya agar Luwu Timur suatu hari nanti akan memiliki taman budaya seperti Taman Mini Indonesia Indah. Dimana, semua rumah adat beserta hal-hal yang ingin diketahui wisatawan atau pemerhati budaya, terkonsentrasi di satu tempat.
"Selain menarik dari sisi atraksi, edukasi, yang tidak kalah pentingnya adalah kemudahan aksesibilitas. Gagasan ini juga sangat sejalan dengan Geopark Matano yang saat ini sedang kami kawal pengusulannya sebagai Geopark Nasional. Dimana salah satu hal yang akan diangkat dalam Geopark Matano ini adalah Cultural Diversity yang ada di Luwu Timur," terangnya.
Untuk diketahui, masyarakat adat Luwu Timur terdiri dari beberapa suku asli seperti Padoe, Karunsie, dan Tambee, yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi unik. Mereka memiliki hubungan erat dengan alam, khususnya wilayah di sekitar Danau Matano, di mana keberadaan situs cagar budaya dan artefak menjadi bagian penting dari warisan mereka. (*)
29 November 2025 19:07
29 November 2025 18:30
29 November 2025 17:11
29 November 2025 09:50
29 November 2025 11:25
29 November 2025 16:15
29 November 2025 12:27
29 November 2025 13:56