Aswad Syam
Aswad Syam

Kamis, 22 Juli 2021 11:41

Tangkapan layar CCTV saat pemukulan di kafe Ivan Riyana di Panciro, Gowa.
Tangkapan layar CCTV saat pemukulan di kafe Ivan Riyana di Panciro, Gowa.

Tak Ada Maaf Buat Oknum Satpol PP Gowa, Giliran Korban Perempuan yang Lapor Polisi

Pihak korban pemukulan Mardani Hamdan tak puas. Meski sudah ditahan Polres Gowa, mereka menilai pasalnya ringan. Korban Riyana pun hari ini berencana melapor ke Polda Sulsel atas kasus penganiayaan berat.

MAKASSAR, BUKAMATA – Memang Mardani Hamdan sudah ditahan di Mapolres Gowa. Juga sudah dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa. Serta jadi bulan-bulanan perundungan warganet. Namun, korban pemukulan Mardani belum puas. Itu baru laporan Ivan, pemilik warkop Ivan Riyana Panciro yang ditampar pelaku.

Istri Ivan, Riyana membuat laporan tersendiri. Itu untuk menambah hukuman bagi Mardani Hamdan. Pasalnya, pasal 351 ayat (1) yang dijeratkan penyidik Polres Gowa terhadap tersangka, dinilai kuasa hukum Ashari Setiawan SE., SH., MH, dan Partners, sangat ringan.

Arie Dumais SH, pengacara dari Ashari Setiawan dan partners menghormati pasal yang dijeratkan penyidik. Pasalnya kata Arie, itu atas satu laporan, yakni Ivan. Karenanya, mereka kembali mendampingi korban wanita, Riyana untuk melapor ke Polda Sulsel.

“Namun, kami dari pihak pengacara Ashari Setiawan SE., SH., MH, dan Partners, akan mendampingi istri dari pelapor sebelumnya, yang juga sebagai korban penganiayaan dari oknum Satpol PP, untuk turut melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulsel,” ujar Arie dalam konferensi pers, Rabu,(21/7/2021).

Hari ini kata Arie, pihaknya akan melapor ke Polda Sulsel. Tentunya lanjut Arie, lengkap dengan sejumlah bukti hukum yang dimiliki kliennya. Arie mengaku akan melapor pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat. Hal ini lanjut Arie, didasari dari akibat perbuatan yang disinyalir dilakukan oknum anggota Satpol PP tersebut sesuai hasil pemeriksaan medis.

"Kami juga akan mengajukan pasal Undang-undang perlindungan Perempuan yang mengangkut masalah HAM Gender, mengingat klien kami adalah seorang perempuan yang diduga telah menjadi korban penganiayaan dari oknun Satpol PP. Harapan kami, oknum yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dapat dijerat pasal hukum berlapis, dan menjadi efek jera, sehingga kasus serupa tidak terulang di kemudian hari," tegasnya.

#pemukulan ibu hamil #Satpol PP Arogan