Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 06 Agustus 2021 12:12

Rekaman CCTV pemukulan.
Rekaman CCTV pemukulan.

Rekaman CCTV Perlu Analisa Labfor, Kejari Gowa Kembalikan Berkas Oknum Satpol PP Penganiaya Pasutri

Berkas perkara Mardani Hamdan dikembalikan Kejari Gowa ke penyidik Polres Gowa. Alasannya, alat bukti berupa CCTV belum lengkap. Harus disertai analisa labfor.

GOWA, BUKAMATA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa, mengembalikan berkas perkara kasus penganiayaan pasutri di Gowa oleh oknum Satpol PP, Mardani Hamdan. Alasan kejaksaan, alat bukti kurang, sehingga berkas perkara dinyatakan tidak lengkap alias P18.

Kajari Gowa Yeni Andriani dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 6 Agustus 2021 mengatakan, jaksa penuntut umum (JPU) sudah mengeluarkan P18, dan menyampaikan kepada penyidik, bahwa berkas masih ada yang perlu ditambah. Terutama alat buktinya.

Yeni meminta penyidik segera melakukan perbaikan agar berkas perkara bisa bisa dinyatakan lengkap alias P21. Jika sudah lengkap, akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

Meski Kajari Gowa tak merinci lebih lanjut kekurangan alat bukti yang dimaksud, namun, Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman mengungkapkan kalau bukti petunjuk CCTV yang masih kurang. Pihak JPU kata Boby, meminta agar disertakan analisa Labolatorium Forensik (Labfor).

"Penyidik sekarang melengkapi lagi," beber Boby.

Diketahui, tersangka Mardani Hamdan yang saat itu menjabat Sekretaris Satpol PP Gowa, melakukan pemukulan pasutri pemilik kafe di Kelurahan Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa, bernama Ivan (24) dan Amriana (34), saat razia PPKM Darurat pada Rabu (14/7/2021) malam.

Penganiayaan tersebut juga sempat terekam kamera pengawas atau CCTV hingga siaran live streaming korban. Akibat penganiayaan itu, Mardani dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Mardani sendiri sudah dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Satpol PP Gowa.

#pemukulan ibu hamil #Satpol PP Arogan

Berita Populer