Aswad Syam
Aswad Syam

Kamis, 15 Juli 2021 13:02

Detik-detik oknum Satpol PP Pemkab Gowa berinisial M, memukul wanita pemilik kafe di Panciro, Gowa, Rabu malam, 14 Juli 2021.
Detik-detik oknum Satpol PP Pemkab Gowa berinisial M, memukul wanita pemilik kafe di Panciro, Gowa, Rabu malam, 14 Juli 2021.

Ssttt....! Pemkab Gowa Bilang Wanita yang Dipukul Satpol PP di Kafe Itu Tidak Hamil

Oknum Satpol PP Pemkab Gowa, dilapor ke polisi. Itu setelah melakukan pemukulan terhadap wanita pemilik kafe. Suami korban mengaku istrinya hamil 9 bulan. Namun berdasar hasil pemeriksaan, Pemkab Gowa menyebut wanita itu tidak hamil.

GOWA, BUKAMATA - Pemkab Gowa meragukan kabar kehamilan Amriana alias Riyana, wanita korban pemukulan anggota Satpol PP Gowa di Kave Ivan, Panciro, Gowa pada Rabu malam, 14 Juli 2021. Bahkan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gowa Arifuddin Zaeni, menegaskan kalau wanita pemilik kafe Ivan itu tidak hamil 9 bulan seperti yang diberitakan media.

Menurut Arifuddin Zaeni, ini bisa dibuktikan dengan penolakan istri Ivan (24) itu saat akan dites kehamilannya. "Dia (wanita yang dipukul oknum Satpol PP) tidak hamil. Waktu mau dites USG, dia tidak mau. Ini perempuan tidak hamil," ujar Arifuddin, Kamis, (15/7/2021).

Menurut Arif, pihaknya heran karena Riyana tak mau dites USG. Itu setelah tes plano tidak menunjukkan adanya gejala kehamilan. "Hasil tes plano tidak menunjukkan gejala hamil. Ketika mau tes lanjutan USG, yang bersangkutan tidak mau dites USG. Artinya apa?" ujarnya dengan nada tanya.

Terkait laporan Ivan ke polisi, Pemkab Gowa kata Arifuddin Zaeni tak keberatan. Menurutnya, itu adalah hak warga. Pihak Pemkab Gowa tentu saja tak bisa menghalang-halangi itu. "Tentu kita akan proses itu, nggak bisa dihalang-halangi to karena haknya (membuat laporan polisi)," ucapnya.

Sebelumnya, di Mapolres Gowa, Ivan menuturkan kalau saat ini istrinya sedang hamil 9 bulan. Pada saat dipukul oknum Satpol PP Gowa, Ivan mengaku tiba-tiba ada cairan keluar dari sela paha istrinya.

Akibatnya, Ivan menunda pelaporan polisi dan melarikan istrinya ke rumah sakit. Ivan baru melanjutkan upaya pelaporan ke polisi Kamis, 15 Juli 2021 dini hari tadi di Mapolres Gowa.

Sebelumnya, sebuah video razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Gowa viral. Seorang oknum Satpol PP Pemkab Gowa, terlihat memukul seorang wanita pemilik kafe bernama Riyana yang tengah hamil 9 bulan. Juga menampar suami pemilik kafe itu yang bernama Ivan (24).

Kejadiannya, Rabu malam, 14 Juli 2021. Sekira pukul 20.40 Wita. Sebelum kejadian, oknum Satpol PP Gowa itu sempat masuk ke dalam warkop bersama rombongan.

Dalam video yang viral, tampak Ivan yang awalnya kesal karena para petugas PPKM masuk bergerombol ke dalam rumahnya. Padahal dia sendiri sudah tutup karena ada PPKM.

Ivan saat itu sedang live Facebook, karena sedang melakukan endorse produk. "Melarang keramaian, tapi lihat tadi banyak sekali keramaian ya. Masuk ke rumah tapi keramaiannya luar biasa," ujar Ivan saat live.

Rombongan sempat keluar. Lalu masuk lagi. Oknum petugas Satpol PP yang di nametagnya tertulis "Dhani R", sempat menanyakan izin kafe itu. Lalu cekcok dengan Riyana dan Ivan, hingga berujung pemukulan.

Pjs Sekda Kabupaten Gowa Kamsinah mengatakan, pada Rabu malam (14/7/2021) itu, petugas sedang melakukan razia di Kafe Ivan, Jalan Poros Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Petugas memberitahu ke pemilik kafe untuk menutup kafenya, lantaran sudah melebihi batas waktu PPKM Darurat. Namun, pemilik kafe kata Kamsinah, marah. Petugas yang terpancing emosi pun turut marah. Tampak, pemilik kafe seorang wanita melempar tong sampah besi ke arah petugas. Dia juga mengumpat petugas yang sedang melakukan razia.

#Satpol PP Arogan #pemukulan ibu hamil