Ulfa
Ulfa

Sabtu, 06 Juni 2020 16:09

IPAI Gencar Edukasi Covid-19 ke Masyarakat

IPAI Gencar Edukasi Covid-19 ke Masyarakat

IPAI telah mengumpulkan donasi berupa uang tunai sebanyak Rp 68 juta hari ini. Termasuk aktif memberi edukasi publik tentang Covid-19.

MAROS - Sebagai salah satu organisasi profesi kesehatan, Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) mengambil peran aktif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Salah satu langka yang diambil yakni pembentukan Satgas Covid IPAI. Tim ini akan untuk melakukan berbagai kegiatan langsung kepada publik.

Salah satu aksi riilnya, yaitu telah mengumpulkan donasi berupa uang tunai sebanyak Rp 68 juta hari ini. Penggalan donasi tersebut akan diperuntukkan untuk pembelian APD yang akan diberikan ke masyarakat.

Selain kegiatan tersebut, IPAI juga aktif memberi edukasi publik tentang Covid-19. Pada hari ini, Sabtu (6/6/2020), IPAI menginisasi kegiatan seminar wabinar dengan tema “Hilangkan kompetisi perkuat kolaborasi, bersama kita bisa lawan corona”.

Seminar virtual ini menghadirkan narasumber yang mempunyai keilmuan yang mempunyai relevansi penanganan Covid-19. Diantaranya dr. H. Joko Murdiyanto, Dokter ahli anestesi RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, yang memaparkan tentang pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penularan Covid-19.

Narasumber lain adalah Anelia Sari Sani, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IPK, yang menyampaikan manajemen psikologi individu dalam situasi pandemik C19.

Demikan pula, dr. Mamang Bagiansah, Dokter Ahli Penyakit Dalam, RSUD Praya Lombok Tengah, yang mencerahkan dengan materinya tentang kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat yang terpapar Covid-19.

Seminar virtual ini disempurnakan dengan pembicara pamungkas, yaitu Alwan M. Arif yang menjabat sebagai Ketua Satgas penanganan Covid-19 IPAI. Dia memaparkan posisi Penata Anestesi sebagai petugas garda terdepan dalam upaya pelayanan kesehatan bagi penderita Covid-19.

Antusiasme peserta yang berjumlah sekitar 500 dalam seminar ini terlihat dari padatnya interaksi saat sesi diskusi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Covid-19