Redaksi
Redaksi

Jumat, 22 Mei 2020 12:17

Prof Irawan Yusuf dicukur dengan protap Covid-19 di IFI Makassar.
Prof Irawan Yusuf dicukur dengan protap Covid-19 di IFI Makassar.

Dicukur Pakai Protap Covid-19 IDI Makassar, Prof Irawan: Ini Cara Kreatif Dokter Makassar

IDI Makassar kembali menggelar potong rambut pakai protap Covid-19. Salah satu pesertanya, Prof Irawan Yusuf, guru besar Fakultas Kedokteran Unhas.

MAKASSAR, BUKAMATA – Menyambut hari raya Idulfitri 1441 Hijriah, ada yang unik di kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar Jalan Topaz, Jumat (22/5/2020).

Selepas salat jumat, sejumlah orang sedang antre untuk dicukur oleh seseorang yang memakai baju hazmat. Salah seorang yang antre cukur, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas Prof. Dr. Irawan Yusuf, PhD.

Salah satu alasan Prof Irawan datang cukur ke IDI Makassar, selain memang rambut sudah agak panjang, juga mendukung program edukasi yang ingin disampaikan IDI Kota Makassar ke masyarakat. Bahwa tiga sektor, yakni kesehatan, sosial dan ekonomi bisa berjalan seiring di tengah pandemi virus corona. Dengan catatan, menjalankan protap kesehatan Covid yang ketat seperti saat ini, yakni mencukur pakai baju hazmat, masker serta peralatannya dibersihkan dengan disinfektan, serta yang akan dicukur menggunakan masker dengan tangan dibersihkan disinfektan.

"Itulah potong rambut yang dilakukan dengan protap Covid-19," ujar pria yang lahir di Makassar pada 11 Februari 1957 ini.

Satu persatu dokter yang selama ini turun di garda terdepan melawan penyebaran Covid-19, dicukur agar terlihat lebih rapi. Maklum saja, selama dua bulan rambut para dokter sudah memanjang karena tidak pernah dipotong.

“Sudah dua bulan kami turun melakukan tugas dalam melawan penyebaran Covid-19. Sehingga para dokter dan tenaga kesehatan tidak memiliki waktu untuk mencukur rambut yang memanjang,” ujar Ketua IDI Kota Makassar dr Siswanto Wahab Sp.KK didampingi Humas IDI Makassar dr Wachyudi Muchsin SH.

Dokter Siswanto menjelaskan, para dokter Makassar yang tergabung satgas IDI Kota Makassar tanggap Covid-19, setiap hari tanpa libur keliling ke rumah sakit, puskesmas untuk penyemprotan disinfektan, pembagian APD dan handsanitizer. Termasuk saat bulan Ramadan, membagikan donasi buka puasa. Sehingga tentunya, sudah lupa mengurus diri sendiri. Relawan kemanusiaan ini lalu bersepakat untuk melakukan relaksasi dengan memotong rambut.

Inisiator kegiatan dr. Sulfikar A. Goesli, MM.AAK mengatakan, pesan yang ingin mereka sampaikan, agar kita jangan menganggap enteng Corona ini.

"Ini virus yang harus diwaspadai, sehingga kami saja sebagai dokter melakukan potong rambut dengan protap Covid-19, sebagai bentuk upaya pencegahan,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#IDI Makassar #Covid-19