Diduga Disetir Donald Trump Loloskan Pemain AS, Presiden FIFA Terancam Diselidiki Komite Etik
Kemarahan publik Eropa dipicu oleh keputusan kontroversial FIFA yang tiba-tiba menangguhkan hukuman kartu merah Balogun yang didapat pada babak 32 besar. Alhasil, Balogun secara ajaib diizinkan tampil membela AS di babak 16 besar.
BUKAMATANEWS - Sebanyak 35 anggota parlemen Uni Eropa (UE) resmi mendesak Komite Etik FIFA untuk menyelidiki sang presiden, Gianni Infantino. Desakan ini mencuat setelah adanya dugaan "main mata" antara Infantino dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, guna meloloskan penyerang AS, Folarin Balogun, dari sanksi kartu merah di Piala Dunia 2026.

Kemarahan publik Eropa dipicu oleh keputusan kontroversial FIFA yang tiba-tiba menangguhkan hukuman kartu merah Balogun yang didapat pada babak 32 besar. Alhasil, Balogun secara ajaib diizinkan tampil membela AS di babak 16 besar.
Kejanggalan ini diperkuat oleh pengakuan Infantino sendiri yang menyebut dirinya sempat dihubungi langsung oleh Donald Trump sebelum sanksi tersebut dianulir.
Meskipun Infantino berkilah bahwa penangguhan itu merupakan otoritas murni dari Komite Disiplin FIFA, ia bungkam dan enggan membeberkan siapa aktor di balik layar yang mendesak digelarnya sidang darurat komite tersebut.
Tiga anggota Parlemen UE, Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang, mengutuk keras manuver FIFA yang dinilai sengaja "mengakali" regulasi demi kepentingan politik tuan rumah.
"Sekali lagi, kita melihat [Gianni] Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan [Donald] Trump. Ini adalah aib dan penyimpangan keadilan," bunyi pernyataan resmi para anggota parlemen UE, seperti dilansir dari ESPN, Kamis (9/7/2026).
Dalam rilis tertulisnya, perwakilan parlemen UE menegaskan bahwa keindahan sepak bola terletak pada aturan yang transparan dan tidak memihak. Menurut mereka, intervensi politik dalam menentukan siapa yang boleh merumput telah merusak nilai sportivitas olahraga terbesar di dunia tersebut.
Tak main-main, ke-35 politisi Eropa ini juga mengajak seluruh anggota konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) untuk bersatu menekan Komite Etik FIFA agar mengusut tuntas skandal korelasi Infantino-Trump ini.
Hingga berita ini diturunkan, babak 16 besar Piala Dunia 2026 terus berjalan di bawah bayang-bayang boikot moral dan kritik tajam terkait integritas FIFA yang dinilai tunduk pada tekanan politik Gedung Putih.
News Feed
Berita Populer
09 Juli 2026 10:30
09 Juli 2026 09:44
09 Juli 2026 09:33
