Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan Usai Sita Emas 74 Kg dan Ratusan Miliar Rupiah dari Tiga Kasus Korupsi
Pengamanan Polda Metro Diperketat Pascapenggeledahan 12 Lokasi Kasus Korupsi
JAJARTA, BUKAMATANEWS – Polda Metro Jaya memperketat pengamanan di lingkungan markasnya, Kamis (9/7/2026), setelah penyidik menggelar penggeledahan besar-besaran di 12 lokasi dalam penyidikan tiga kasus dugaan korupsi. Langkah tersebut dilakukan menyusul penyitaan aset bernilai fantastis yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Sejak pagi, puluhan personel Brimob disiagakan di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk hingga Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Selain memperkuat penjagaan, personel juga melakukan patroli rutin di area markas untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Pengetatan pengamanan dilakukan setelah penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi sejak Rabu hingga Kamis pagi. Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan tiga perkara dugaan korupsi, yakni pengadaan batu bara yang diduga memicu pemadaman listrik (blackout), kasus korupsi PT Asabri, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada anak perusahaan Krakatau Steel.
Sejumlah barang bukti hasil penggeledahan mulai dibawa ke Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.00 WIB. Barang bukti tersebut berasal dari sejumlah lokasi, termasuk sebuah kafe dan money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Dalam penggeledahan di Restoran De Clan dan Koin Money Changer pada Rabu (8/7), penyidik menyita uang tunai senilai Rp67 miliar. Selain itu, aparat juga mengamankan puluhan dokumen penting dan sejumlah perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah diusut.
Sementara itu, penggeledahan di kawasan Perumahan Parahyangan Golf 2, Bogor, Jawa Barat, mengungkap temuan yang jauh lebih besar. Penyidik menyita 74 kilogram emas, uang tunai sebesar 4,7 juta dolar Amerika Serikat, 14 juta dolar Singapura, serta Rp100 juta. Total nilai aset yang diamankan dari lokasi tersebut diperkirakan mencapai Rp476 miliar.
Penyitaan barang bukti bernilai besar tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik menelusuri aliran dana dan mengungkap dugaan praktik korupsi dalam tiga perkara yang kini menjadi fokus penanganan aparat penegak hukum.
News Feed
Berita Populer
09 Juli 2026 10:30
09 Juli 2026 09:44
09 Juli 2026 09:33
