Viral! 7 Bulan Hilang, Gadis Gorontalo Ditemukan Tak Jauh dari Tempat Ayah Menumpang
7 bulan hilang, Siti akhirnya ditemukan polisi di Makassar dan dipertemukan dengan ayahnya yang sejak Maret lalu mencarinya.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Pelukan erat itu meleburkan rindu sekaligus luka selama tujuh bulan. Di tengah sunyi dinihari, Minggu (15/03/2026) pukul 01.00 dini hari, Hamzah Sahari (71) akhirnya bisa mencium kembali kening putri sulungnya, Siti Sahidah Sahari (28), di Polrestabes Makassar. Air mata bahagia sang ayah tak terbendung setelah berbulan-bulan hidup dalam kegelisahan.

"Gadis tersebut sudah dipertemukan dengan orang tuanya. Saat ini sudah mau dibawa pulang," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, Minggu siang, membenarkan kabar yang dinanti-nanti keluarga itu.
Hamzah terbang dari Gorontalo ke Makassar sejak 8 Maret lalu, seorang diri, bermodal nekat dan keyakinan bahwa putrinya masih hidup. Ia menumpang di rumah kenalannya, Haji Idcham Latief, di Jalan Perintis Kemerdekaan. Setiap hari ia berdoa, berharap polisi bergerak cepat setelah laporannya resmi diterima Polsek Panakkukang pada 14 Maret.
Dan pergerakan itu ternyata cepat. Tak butuh waktu lama, Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar berhasil menemukan Siti. Ironisnya, lokasinya tidak jauh dari tempat Hamzah menumpang. Siti ditemukan di sebuah kompleks perumahan di Jalan Gowaria, Sudiang. Dari rumah Idcham, jaraknya hanya sekitar 9,5 kilometer, atau 24 menit perjalanan.
"Informasinya gadis tersebut didapat di kompleks perumahan Jalan Gowaria Sudiang," tandas Wahid.
Namun, di balik kebahagiaan pertemuan ini, segudang pertanyaan masih menggelayut. Sejak September 2025, komunikasi Siti dengan keluarganya di Gorontalo mendadak putus. Nomor teleponnya mati. Tak ada kabar. Keluarga hanya bisa pasrah dan terus berusaha mencari.
Hamzah, dengan suara lirih, pernah menceritakan perjalanan anaknya. Siti adalah lulusan sarjana keperawatan, anak pertama dari dua bersaudara. Pada April 2025, ia mendaftar pekerjaan di gerai Mie Gacoan Gorontalo. Ia lalu dikirim ke Makassar untuk pelatihan, bersama puluhan pelamar lain. Hanya empat orang yang lulus, termasuk Siti. Ia kemudian dipercaya menjadi manajer di gerai Mie Gacoan Jalan Pettarani, Makassar, pada Agustus 2025.
Sebelum hilang kontak, Siti sempat bercerita ada seorang pria yang ingin melamarnya. Pria itu disebut bekerja di salah satu rumah sakit di Makassar. Namun, Siti menolak dengan alasan belum siap menikah.
Tiba-tiba, semua berubah. Komunikasi terputus. Ketika Hamzah mendatangi tempat kerja Siti, ia justru mendapat kabar mengejutkan: anaknya disebut keluar dan membawa uang perusahaan. Tuduhan itu membuat Hamzah geram.
"Saya langsung bilang, berarti anak saya ini buronan, kenapa tidak lapor polisi? Orang itu bilang dia tidak melapor polisi. Saya yakin anak saya tidak pernah melakukan hal seperti itu. Kalau memang ada masalah, seharusnya ada kejelasan," tegasnya saat itu.
Pihak kepolisian sendiri mengaku belum mendalami motif di balik hilangnya komunikasi Siti. Kompol Wahiduddin menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mempertemukan orangtua dan anak.
"Kalau soal kenapa bisa lost kontak dengan keluarganya itu masih didalami," kuncinya.
Untuk sementara, kebahagiaan telah lebih dulu tiba. Hamzah menggenggam tangan putrinya, membawanya pulang, meninggalkan dinding-dinding kantor polisi yang menjadi saksi pertemuan mereka setelah 210 hari berpisah. Namun, misteri di balik tujuh bulan senyap itu masih menyisakan tanda tanya besar.
News Feed
Berita Populer
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:04
02 April 2026 11:25
