Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka Pameran Bilah Pusaka di Festival Gau Maraja Leang-Leang Maros dalam rangka HUT ke-66 Kabupaten Maros. Pameran ini menampilkan keris dan badik sebagai warisan budaya takbenda Sulawesi Selatan
Selain bilahnya, kualitas pamor dan teknik tempa keris serta badik asal Sulawesi juga dinilai unggul, menggunakan besi pilihan yang pada masa Kesultanan Banten bahkan diperdagangkan hingga ke Eropa. Fadli juga menyoroti unsur estetika dari warangka dan hulu keris yang dibuat dari kayu langka seperti kemuning, santigi, cendana, dan tampusu, sehingga menambah nilai keindahan sekaligus makna spiritualnya.
Fadli Zon menekankan pentingnya mengenalkan budaya keris kepada generasi muda, terutama Gen Z, agar mereka tidak melupakan warisan leluhur.
“Pameran semacam ini adalah cara edukasi yang sangat baik bagi anak-anak muda. Saya harap semangat pelestarian ini terus digelorakan,” tegasnya.
Pameran ini turut menampilkan koleksi pusaka dari Kerajaan Bone, Gowa, Soppeng, Wajo, dan Maros, serta menghadirkan bilah pusaka yang dipinjamkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Secara keseluruhan, pameran dibuka untuk umum mulai 3 hingga 5 Juli 2025.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Irfan AB, Ketua Panitia sekaligus Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Maros Marja Massere, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Andi Patiroi.
Menteri Fadli Zon juga didampingi Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Direktur Pengembangan Budaya Digital Andi Syamsu Rijal, dan Staf Khusus Menteri Bidang Protokol dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda.
Menutup sambutannya, Fadli Zon menyampaikan penghargaan kepada Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia, para kolektor, serta komunitas pecinta pusaka atas dedikasi mereka dalam menjaga kelestarian keris.
“Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi pintu gerbang menuju ‘Maros Goes to Mega Diversity’, mempromosikan kekayaan budaya sekaligus potensi pariwisata daerah,” pungkasnya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33