Wiwi
Wiwi

Rabu, 10 Mei 2023 19:35

Harga Babi Anjlok Gegara Virus ASF Serang Indonesia

Harga Babi Anjlok Gegara Virus ASF Serang Indonesia

Anjloknya harga babi ini semakin mencekik peternak babi, khusunya di Bali yang mayoritas masyarakat desanya beternak babi. Pasalnya, harga pakan saat ini terus meroket meski 75 persennya berasal dari dalam negeri seperti jagung dan dedak, sedangkan sisanya atau 25 persen bentuk konsentrat yang berasal dari impor.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mengklaim hingga saat ini belum terjadi dampak kenaikan harga babi di dalam negeri menyusul adanya temuan penyakit pada ternak babi yakni flu babi tersebut.

Untuk diketahui, Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau merupakan pemasok daging babi terbesar di dalam negeri. Pulau Bulan memasok 15 persen kebutuhan babi Singapura.

"So far selama ini tidak ada dampak (harga) yang signifikan kan ya," kata Jerry saat ditemui wartawan di JCC Senayan, Jakarta, Senin (8/5/2023).

Sementara itu, Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian telah memberikan pendampingan pelaksanaan disposial, desinfeksi dan pelaksanaan biosekuriti pasca penutupan pintu ekspor ternak babi asal Pulau Bulan, Provinsi Kepulauan Riau ke Singapura.

Penutupan pintu ekspor ini sebagai imbas temuan penyakit pada ternak babi berupa ASF atau flu babi Afrika sejak April 2023. "Kementan telah usulkan sistem sub-kompartemen bebas ASF di Pulau Bulan dan telah disetujui oleh pihak Singapura, sehingga ke depan kita dapat kembali mengekspor ternak babi ke Singapura," ujar Kepala Barantan, Bambang melalui keterangan resminya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#virus babi #Harga daging babi