Redaksi
Redaksi

Senin, 16 Januari 2023 23:25

Gedung Ukraina Mengalami Serangan Sipil Paling Mematikan Dalam Beberapa Bulan

Korban tewas akibat serangan rudal Rusia di sebuah gedung apartemen di kota Dnipro, Ukraina tenggara telah meningkat menjadi 30, menurut layanan darurat nasional.

Gedung Ukraina Mengalami Serangan Sipil Paling Mematikan Dalam Beberapa Bulan

Rusia juga menargetkan ibu kota, Kyiv, dan kota Kharkiv di timur laut selama serangan yang meluas pada hari yang sama, mengakhiri jeda dua minggu dalam serangan udara yang diluncurkan terhadap infrastruktur listrik dan pusat kota Ukraina hampir setiap minggu sejak Oktober.

BUKAMATA - Korban tewas akibat serangan rudal Rusia di sebuah gedung apartemen di tenggara kota Dnipro, Ukraina, naik menjadi 30 orang pada Minggu, layanan darurat nasional melaporkan ketika petugas penyelamat bergegas untuk menjangkau korban selamat di reruntuhan.

Petugas darurat bekerja sepanjang malam dan sepanjang hari di gedung tempat tinggal bertingkat, di mana para pejabat mengatakan sekitar 1.700 orang tinggal sebelum pemogokan hari Sabtu. Korban tewas yang dilaporkan menjadikannya serangan paling mematikan di satu tempat sejak serangan 30 September di wilayah Zaporizhzhia Ukraina, menurut proyek The Associated Press-Frontline War Crimes Watch.

Rusia pada hari Minggu mengakui serangan rudal tersebut tetapi tidak menyebutkan gedung apartemen Dnipro. Rusia telah berulang kali membantah menargetkan warga sipil dalam perang tersebut.

Rusia menembakkan 33 rudal jelajah pada hari Sabtu, 21 di antaranya ditembak jatuh, menurut Jenderal Valerii Zaluzhny, panglima tertinggi angkatan bersenjata Ukraina. Rudal yang menghantam gedung apartemen adalah Kh-22 yang diluncurkan dari wilayah Kursk Rusia, menurut komando angkatan udara militer, menambahkan bahwa Ukraina tidak memiliki sistem yang mampu mencegat senjata jenis itu.
 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melaporkan bahwa setidaknya 73 orang terluka dan 39 orang telah diselamatkan pada Minggu sore. Pemerintah kota di Dnipro mengatakan 43 orang dilaporkan hilang.

“Operasi pencarian dan penyelamatan dan pembongkaran elemen struktur berbahaya terus berlanjut. Sekitar jam. Kami terus berjuang untuk setiap kehidupan,” kata Zelenskyy.

Ivan Garnuk sedang berada di apartemennya saat gedung itu dihantam dan mengatakan dia merasa beruntung bisa selamat. Dia menggambarkan keterkejutannya bahwa Rusia akan menyerang bangunan tempat tinggal yang tidak memiliki nilai strategis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ukraina #Rusia #Perang