Nilai Tukar Rupiah Anjlok 0,24 Persen
Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena sentimen negatif dari investor pada rupiah oleh outlook inflasi dan suku bunga BI ke depan.
BUKAMATA – Nilai tukar rupiah anjlok 0,24 persen hingga tembus Rp15.500 per dolar AS pada Rabu (19/10/22) pukul 15.07 WIB.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah.
Tercatat won Korea Selatan melemah 0,27 persen, dolar Singapura melemah 0,04 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,14 persen.
Lalu, yuan China minus 0,22 persen, peso Filipina minus 0,29 persen, yen Jepang minus 0,05 persen, dan dolar Hong Kong stagnan.

Sementara itu, mata uang negara maju kompak melemah. Poundsterling Inggris melemah 0,37 persen, franc Swiss minus 0,38 persen, euro Eropa minus 0,22 persen, dolar Australia minus 0,08 persen, dan dolar Kanada minus 0,13 persen.
Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena sentimen negatif dari investor pada rupiah oleh outlook inflasi dan suku bunga BI ke depan.
Menurutnya, pasar menduga BI tidak akan melakukan kebijakan moneter, yakni menaikkan suku bunga acuan secara agresif karena inflasi masih terkendali.
Meski begitu, Lukman melihat BI malah akan menaikkan lagi suku bunga demi menekan pelemahan rupiah saat ini.
"Dengan pelemahan rupiah yang cukup besar, saya melihat peluang untuk BI menaikkan paling tidak 50bps pada pertemuan besok dan ada kemungkinan kembali melakukan pre-emptive dengan kenaikan yang lebih besar 75bps untuk meredakan tekanan pada rupiah," kata dia dilansir Bukamata CNN, Rabu (19/10).
News Feed
Otto Hasibuan Hadiri Pengangkatan 238 Advokat PERADI di Makassar
29 Oktober 2026 14:50
Lima Gerai KDKMP Makassar Masuk Kategori Layak dengan Catatan, Apa Saja Kekurangannya?
29 Oktober 2026 13:15
Trump dan Obama Panaskan Persaingan Jelang Pemilu AS, Saling Serang di Panggung Kampanye
29 Oktober 2026 11:11
Berita Populer
29 Oktober 2026 11:11
29 Oktober 2026 09:34
29 Oktober 2026 13:15
29 Oktober 2026 11:01
29 Oktober 2026 10:53
