Hikmah
Hikmah

Sabtu, 13 Agustus 2022 17:21

Dipecat Jadi Pengacara Bharada E, Deolipa Tuntut Polri Rp15 T

Dipecat Jadi Pengacara Bharada E, Deolipa Tuntut Polri Rp15 T

Tak main-main, Deolipa menuntut institusi kepolisian dengan jumlah yang cukup fantastis. Rp15 triliun.

BUKAMATA - Pengacara nyentrik berambut kribo, Deolipa Yumara diberhentikan dari tugasnya sebagai pengacara tersangka kasus penembakan terhadap Brigadir Yoshua, Brarada Eliezer.

Deolipa tak terima dipecat sepihak oleh Bareskrim Mabes Polri untuk mewakili Bharada Richard Eliezer pada 10 Agustus 2022 lalu. Pemecatan sepihak disampaikan dalam bentuk surat yang diteken oleh Richard di atas materai. Atas pemecatan sepihak tersebut Deolipa Yumara mengatakan akan mengajukan gugatan secara perdata.

"Saya akan melakukan gugatan perdata artinya wanprestasi atau sesuatu yang sifatnya pidana karena tanda tangan Richard (di dokumen pencabutan kuasa) berbeda dari tanda tangan biasanya," ungkap Deolipa Yumara di depan kediamannya di Depok, Sabtu, (13/8/2022)

Rencananya gugatan bakal diajukan oleh Deolipa Yumara ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 15 Agustus 2022.

 "Buktinya sudah ada di saya kok," kata dia.

Meski belum menunjukkan surat gugatan, tetapi Deolipa Yumara membocorkan ada tujuh individu yang menjadi pihak tergugat. Dua di antaranya termasuk Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dan Bharada Richard Eliezer. Ia menjelaskan Richard termasuk pihak yang digugat karena diduga melanggar proses formil dengan mencabut kuasa sepihak.

"Tapi, itu dengan asusmi kalau benar yang tanda tangan Richard ya," kata dia.

Tak main-main, Deolipa menuntut institusi kepolisian dengan jumlah yang cukup fantastis. Rp15 triliun. Namun demikian dia menjelaskan bila dikabulkan tuntutan tersebut, maka uang Rp15 triliun tidak akan ia ambil sepeser pun.

 "Jadi, nanti Rp3 triliun akan saya bagi ke wartawan, sekian triliun saya kasih ke orang-orang yang menjadi korban dari kasus Ferdy Sambo ini dan personel Polri yang sudah bekerja keras mengusut kasus ini," tutur Deolipa Yumara.

Diketahui, Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanudin ditunjuk oleh Bareskrim untuk mewakili Richard pada 6 Agustus 2022 lalu. Saat bersama Deolipa Yumara, Richard kemudian mengubah keterangan di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Bila di BAP pertama Richard mengaku Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) tewas akibat baku tembak. Sedangkan, di BAP kedua, Richard mengaku diperintahkan oleh Irjen (Pol) Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J di rumah dinas pada 8 Juli 2022 lalu. 

#Deolipa yumara #Bharada E

Berita Populer