Redaksi : Senin, 05 Juli 2021 16:58
Penampakan Mahdi Merhraban. (Foto: Wilpret/Detik)

JAYAPURA, BUKAMATA - Pria itu mengenakan kaus oranye. Terus tertunduk. Hidungnya ditutupi masker hitam. Dia bukan warga negara Indonesia. Dia berasal dari Afghanistan. Namanya, Mahdi Mehraban. Dialah eksekutor pembunuhan Nasruddin alias Acik (44), seorang pedagang emas asal Enrekang, yang sukses di tanah Papua.

Mahdi dan empat pembunuh bayaran yang dia datangkan dari Medan, dengan sadis menghabisi nyawa Acik pada Senin malam, 28 Juni 2021 di Jalan Hanurata, Holtekam, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Pada malam jahanam itu, korban sedang bersama istrinya, Virgita Legina Hellu (25). Ternyata, istri yang dia lindungi adalah otak dari pembunuhan itu.

Polisi terlebih dahulu menangkap Mahdi saat akan kabur lewat Bandara Sentani. Kepada penyidik dia lalu buka mulut. Mengaku kalau otak dari pembunuhan adalah Virgita.

"Sebenarnya MM memiliki hubungan asmara atau hubungan gelap dengan istri korban sejak awal tahun 2021, mengenai sejauh mana hubungan mereka polisi tidak mendalami," ujar Kapolres Jayapura Kombes Gustav R Urbinas di kantornya, Senin (5/7/2021).

Virgita sendiri dibekuk saat acara tahlilan korban di Desa Tirowali, Kecamatan Baraka, Enrekang, Sulsel. Itu setelah Polda Papua berkoordinasi dengan keluarga korban. Itu juga dibenarkan Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya Ghalib.