Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 05 Juli 2021 17:37

Mahdi Mehraban, pelaku pembunuhan terhadap pedagang emas asal Enrekang, Nasruddin alias Acik.
Mahdi Mehraban, pelaku pembunuhan terhadap pedagang emas asal Enrekang, Nasruddin alias Acik.

Buntuti Korban Pakai Mobil Rental, Begini Kronologi Pembunuhan Pedagang Emas Asal Enrekang di Papua

Ternyata pelaku sudah membuntuti korban sejak dari Apotek Kimia Farma di Kota Jayapura. Lalu korban dieksekusi di sebuah jalanan sepi, saat korban pulang menuju rumah. Istrinya yang bersamanya di dalam mobil, ternyata bersekongkol dengan pelaku.

JAYAPURA, BUKAMATA - Senin, 5 Juli 2021. Di Mapolres Jayapura, Kapolres Jayapura Kombes Gustav R Urbinas menggelar konferensi pers di Mapolres Jayapura. Menghadirkan Mahdi Mehraban, pelaku pembunuhan pedagang emas asal Enrekang, Sulsel, Nasruddin alias Acik (44).

Kombes Gustav membeber kronologi pembunuhan secara rinci. Berawal dari pergerakan sebuah mobil minibus hitam membuntuti mobil minibus merah yang dikemudikan korban. Itu terekam CCTV di sekitar Apotek Kimia Farma di Kota Jayapura.

Itu pada Senin malam, 28 Juni 2021. Saat itu, korban sedang mengantar istrinya, Virgita Legina Hellu (25) untuk mengobati matanya. Lalu, mereka singgah di Apotek Kimia Farma untuk membeli obat.

Di situlah terlihat sebuah mobil hitam membuntuti mobil korban. Ternyata, itu adalah mobil kelompok pembunuh sadis itu. Mereka terus mengikuti mobil korban. Di dalam mobil, selain Mahdi, juga ada empat pembunuh bayaran yang didatangkan Mahdi dari Medan.

Lalu di sebuah tempat sunyi, di Jalan Hanurata, Holtekam, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, mereka mengeksekusi korban. Mengadang laju mobil korban. Ketika mobil korban berhenti, mereka lalu menganiaya korban dengan senjata tajam hingga tewas. Korban meninggal kehabisan darah akibat luka tusukan benda tajam sebanyak 20 kali di bagian kepala dan badannya.

Belum jelas bagaimana peran Virgita saat itu. Pasalnya, keterangan Virgita masih didalami. Tapi pada pengakuan awal saat masih berstatus saksi atas kematian suaminya, Virgita mengaku saat itu dia sedang tertidur. Lalu terbangun setelah dikejutkan oleh kedatangan pelaku yang mengancam suaminya dengan senjata tajam. Namun belakang terungkap, Virgita terlibat. Ada motif asmara. Ternyata dia menjalin hubungan gelap dengan Mahdi, salah seorang eksekutor yang merupakan warga negara asing.

Menurut Kombes Gustav, Mahdi dan Virgita menjalankan aksi pembunuhan dengan menjalankan skenario perampokan. Di sini seolah-olah Virgita dan suaminya dirampok lalu dibunuh.

"Pada kasus ini kita fokus pada perbuatan pembunuhan. Sejauh ini yang kita amankan hanya satu orang yakni tersangka MM. Sedangkan untuk pelaku lain yang terlibat dalam kejadian tersebut masih dalam penyelidikan," ujar Kombes Gustav.

Dalam pemeriksaan, tersangka Mahdi kata Kombes Gustav, tak banyak berbicara, meski dia bisa berbahasa Indonesia. Akan tetapi, istri korban yang juga selingkuhan tersangka, Virgita, telah bersuara.

"Istri korban sudah mengakui bahwa pelaku pembunuhan adalah MM," beber Kombes Gustav.

Tersangka Mahdi kata Kombes Gustav, dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Virgita sendiri dibekuk saat acara tahlilan korban di Desa Tirowali, Kecamatan Baraka, Enrekang, Sulsel. Itu setelah Polda Papua berkoordinasi dengan keluarga korban. Itu juga dibenarkan Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya Ghalib.

#Pembunuhan #Istri Bunuh Suami