JAYAPURA, BUKAMATA - Virgita Legina Hellu (25) mulai menjalin hubungan gelap dengan pria Afghanistan bernama Mahdi Mehraban (21) sejak Januari 2021. Padahal, Virgita sudah memiliki suami bernama Nasruddin alias Acik (44), seorang juragan emas asal Enrekang, Sulsel, yang punya toko emas yang besar di Arso 2, Keerom, Papua.
Bahkan dari hasil pernikahannya dengan Nasruddin, Virgita sudah dikaruniai anak. Salah seorang kerabat Nasruddin mengatakan, Virgita dulunya adalah anak juru masak yang diberi tumpangan oleh Nasruddin. Kemudian, Nasruddin menikah dengan Virgita.
Virgita tak kurang sesuatu apapun. Seluruh kebutuhannya terpenuhi. Suaminya menggelimanginya dengan harta. Namun, Virgita kemudian kepincut dengan pria asing dari Timur Tengah, Mahdi Mehraban.
Baca Juga :
Satu bulan hubungan terlarang Virgita dan Mehraban, mereka kemudian sudah berpikir untuk menghabisi Nasruddin.
"Dari pengakuan istri korban, pembunuhan sudah direncanakan keduanya sejak tiga bulan lalu, rencana pembunuhan sejak Februari 2021," ujar Kapolres Jayapura, Kombes Gustav R Urbinas, Senin, 5 Juli 2021.
Rencana keduanya berhasil terlaksana pada aksi ketiga, Senin malam, 28 Juni 2021. Rencana itu disusun dengan apik oleh Virgita. Lalu dimatangkan di sebuah mal di Jayapura. Keduanya merancang skenario, seolah-olah Virgita dan Nasruddin dirampok.
Virgita membuat plot perampokan. Termasuk perampasan tas dan menggores tangan Virgita dengan senjata tajam. Aktornya pun sudah ditentukan. Ada empat eksekutor. Didatangkan dari Medan, Sumatera Utara ke Jayapura.
Aksi ketiga ini berjalan mulus. Mulai dari Virgita meminta suaminya (korban) untuk mengantarnya ke dokter mata untuk memeriksa mata. Di situ, mobil minibus merah yang dikemudikan korban sudah dibuntuti mobil hitam yang dirental pelaku.
Itu terlihat dari CCTV sekitar Apotek Kimia Farma Jayapura. Di dalam mobil hitam itu sudah ada lima pelaku. Lalu, saat mobil korban pulang ke rumah di Arso 2, Keerom, Papua, mereka membuntuti.
Di Jalan Hanurata, Holtekam, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, sekira pukul 22.00 WIT, suasana sepi, mobil pelaku langsung mengadang mobil korban. Saat itu, Virgita pura-pura tidur di jok kiri depan. Sementara para perampok langsung meminta korban turun. Namun, korban Nasruddin berkeras tak mau turun. Saat itulah, tubuh korban dihujani dengan senjata tajam.
"Dari hasil visum dari pihak rumah sakit diketahui bahwa terdapat beberapa luka diduga luka bekas benda tajam di sekujur tubuh, kepala, punggung, tangan dan kaki korban," ungkap Kapolres Jayapura, Kombes Gustav.
Lalu seorang melarikan tas Virgita dan menggores senjata tajam ke tangan kanan Virgita. Lalu, Virgita berpura-pura histeris di belakang mobil. Bajunya penuh dengan darah suaminya.
Beberapa pengguna jalan yang lewat berhenti memberi pertolongan. Hingga kemudian polisi datang. Kepada polisi, Virgita mengarang cerita, seolah-olah dirampok.
"Saat itu saksi sedang tidur dan tiba-tiba terbangun dan melihat korban sudah diancam dengan pisau oleh pelaku sebanyak empat orang menggunakan kendaraan roda empat, namun saksi tidak mengetahui jenis kendaraan yang digunakan pelaku karena gelap," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Senin (5/7/2021). Itu setelah mendengar keterangan palsu dari Virgita.
Kebohongan Virgita terbongkar ketika selingkuhannya, Mahdi Mehraban tertangkap di Bandara Sentani. Saat itu, Mahdi hendak melarikan diri keluar dari Papua.
Dia pun diperiksa intensif. Dengan bahasa Indonesia yang sudah agak fasih, Mahdi menjelaskan kalau otak dari pembunuhan itu adalah Virgita. Wanita itu ditangkap saat mengikuti tahlilan di kampung halaman korban di Desa Tirowali, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang.
"Berdasarkan informasi, dia (Virgita) memang ada ikut dalam pemakaman korban di kampung halaman suaminya," ujar Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya Ghalib.
Virgita kata Kombes Gustav, kini masih diperiksa dan telah dijadikan tersangka dalam kasus pembunuhan berencana dengan dijerat Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.
"VLH sudah mengakui, kalau dirinya mengetahui aksi pembunuhan itu," tegas Kombes Gustav.