Redaksi : Senin, 05 Juli 2021 16:32
Proses penangkapan Virgita Legina Hellu di Desa Tirowali, Kecamatan Baraka, Enrekang.

ENREKANG, BUKAMATA - Virgita Legina Hellu (25), terus memasang mimik menangis saat mengantar suaminya, Nasruddin alias Acik (44), ke peristirahatan terakhir di pemakaman Desa Tirowali, Kecamatan Baraka, Enrekang, Sulsel. Nasruddin ditemukan tewas pada Senin malam, 28 Juni

Keluarga sang suami di Baraka, sebenarnya sudah curiga kalau itu adalah air mata buaya. Namun, mereka memendam kecurigaan itu, demi khidmatnya acara pemakaman almarhum.

Kecurigaan membuncah menjadi kenyataan, saat adik kandung korban Nasruddin berinisial S, mendapat telepon dari Polda Papua. Aparat mencari Virgita. "Iya, dia ada di sini," ujar S kepada aparat dari Polda Papua.

"Oke, tunggu di situ. Berbuatlah seolah-olah kalian tak mencurigainya," ujar petugas tersebut.

S lalu menyanggupi. Menahan diri dan emosinya, begitu tahu kalau iparnya itu menjadi dalang pembunuhan saudaranya. Dia terus menjaga agar Virgita tak curiga. Hingga kemudian, aparat dari Resmob Polda Papua datang dan menangkap otak pembunuhan suaminya itu pada saat acara tahlilan korban.

Video-video penangkapan beredar di media sosial. Tampak Virgita keluar dari rumah panggung sambil menggendong anaknya. Di sepanjang jalan menuju mobil oranye di halaman rumah di Tirowali, Baraka, warga berbaris dan berteriak, "huuuuuuuuuu".

Dia pun dimasukkan ke dalam mobil. Lalu, mobil tersebut melaju meninggalkan halaman rumah panggung, yang merupakan rumah orang tua korban.

Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya Ghalib, Senin (5/7/2021), mengatakan, berdasarkan informasi, pelaku memang ada pada saat pemakaman sang suami.

"Kan istrinya juga ikut ngantar kan dengan salah satu saudaranya (korban) inisial S. Itulah yang koordinasi kepolisian Polda Papua, si S itu disampaikan istrinya ada di sini (di Enrekang)," papar AKBP Andi Sinjaya.

Virgita lalu diterbangkan ke Papua untuk proses hukum lebih lanjut. Virgita ditangkap setelah selingkuhannya, Mahdi Mehraban buka mulut di depan penyidik. Bahwa, betul dia yang membunuh Nasruddin. Pria warga negara asing itu mengaku tak sendiri. Ada empat pembunuh bayaran dari Medan yang membantunya. Sedang otaknya adalah Virgita, istri korban sekaligus selingkuhan Mahdi.

Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri mengatakan, pelaku Mahdi ditangkap di Bandara Sentani, saat hendak kabur keluar Papua. Saat ini, penyidik kata dia, mendalami keterangan dari Mahdi dan Virgita.

Sebelumnya diberitakan, korban Nasruddin dihabisi pada Senin malam, 28 Juni 2021, saat mengantar istrinya ke dokter mata. Ternyata itu adalah plot pembunuhan yang sudah dirancang. Di tengah jalan, mobil minibus merah yang dikemudikan korban diadang pelaku. Korban dianiaya dengan senjata tajam hingga tewas.

Mahdi sudah ditetapkan sebagai tersangka sesuai Pasal 340 UU KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.