Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 30 Juni 2021 15:39

Nursabilah sedang mengikat rumput laut bersama teman-temannya.
Nursabilah sedang mengikat rumput laut bersama teman-temannya.

Nursabilah Bocah yang Viral Lewat Lagu "Kaulah Ibuku", Selain Pintar Juga Pekerja Keras

Nursabilah, bocah yang viral dalam video "Kaulah Ibuku" ternyata adalah bocah yang gigih. Dia ikut membantu ekonomi keluarganya. Namun tetap menomorsatukan pelajaran. Hasilnya, dia beberapa kali meraih rangking satu.

BONE, BUKAMATA -- Selasa siang, 29 Juni 2021. Mengenakan jilbab biru, dipadu kaus lengan panjang hitam bergaris-garis putih, Nursabilah (11) terus mengikat rumput laut ke sebuah tali.

Aktivitas itu dilakukan Nursabilah bersama teman-temannya di dekat rumahnya, Dusun Cakkeware, Desa Cakkeware, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone. Rumput laut itu milik tetangganya.

Dari hasil mengikat rumput laut itu, Nursabilah mendapat upah dari pemilik rumput laut tersebut. Dalam satu bentangan tali dia mendapatkan upah sebesar Rp4 ribu. Dengan kegigihannya, Nursabilah mampu mengikat 5 tali dalam sehari. Artinya, dia mampu mendapatkan upah rata-rata Rp20 ribu per hari.

Upah dari hasil mengikat rumput laut tersebut ditabung olehnya. Sebagian diberikan kepada ayahnya untuk tambah-tambah kebutuhan makan sehari-hari.

Nursabilah adalah bocah kelas 5 SD yang sempat viral di sosial media beberapa waktu lalu, setelah videonya menyanyikan lagu ciptaan Haddad Alwi "Kaulah Ibuku" pada acara perpisahan murid SDN 85 Labotto beredar luas.

Saat itu, Nursabilah sedang menyanyikan lagu "Kaulah Ibuku" bersama teman-temannya. Tangan mereka memegang sekuntum bunga. Lalu, pada pertengahan lagu, teman-teman Nursabilah berpencar mencari ibu masing-masing lalu menyerahkan bunga di tangan mereka. Hanya Nursabilah yang bergeming.

Dia tetap di tempatnya, sembari melanjutkan menyanyi sambil tetap memegang bunganya. Air matanya berlinang saat melihat teman-temannya menyerahkan kuntum bunga itu ke ibu mereka. Dia mengelap butiran bening di matanya dengan punggung tangan. Nursabilah sudah tak punya ibu. Dia piatu. Ibunya meninggal pada 2015 lalu. Saat Nursabilah baru berusia 5 tahun.

Melihat Nursabilah menangis, seorang gurunya cepat tanggap. Dia berdiri sambil memeluk Nursabilah. Tak lama, teman-temannya pun ikut menghambur memeluk Nursabilah.

Video itu banyak menyentuh hati netizen. Banyak yang mengaku meneteskan air mata saat menonton videonya, dan mendoakan agar kelak dapat meraih cita-citanya dan membanggakan keluarganya.

Meski gigih membantu kondisi ekonomi keluarganya, bocah itu tak melupakan pelajarannya. Dia diketahui merupakan siswa berprestasi. Dia bungsu dari 7 bersaudara dari pasangan suami istri Iskandar dan almarhumah Rahimah.

Saat ini, dia tinggal bersama ayahnya dan 4 saudara laki-lakinya. Dua saudara perempuannya sudah berkeluarga dan ikut dengan suaminya masing-masing.

Sang ayah bernama Iskandar sangat jarang berada di rumah, dia sibuk menggarap sawah milik mertuanya untuk kepeerluan konsumsi sehari-hari, saudara laki-lakinya pun sama mereka menggarap sawah milik orang lain, dan hasil panen dibagi dua bersama pemilik sawah.

Meski sudah menjadi anak piatu, Nursabilah selalu membuat ayahnya dan saudara-saudaranya bangga. Pasalnya dia berprestasi di sekolah, bahkan dia selalu rangking satu beberapa kali.

Saat ditanya cita-citanya mau jadi apa ketika sudah dewasa, Nursabilah mantap mengatakan ingin jadi polisi wanita. "Saya mau jadi polwan," kata Nursabilah.

Mendangar cita-citanya yang tinggi itu para tetangga dan saudara ibunya itu meneteskan air mata dan terharu.

"Dari dia kelas IV SD dia memang bercita-cita jadi polwan, dia suka sekali melihat menggunakan seragam polisi apalagi perempuan," kata Siang Malam, tante Nursabilah.

Kata tantenya itu, pihak keluarga pun memberikan dukungan penuh untuk bisa menyekolahkan Nursabilah hingga sekolah menengah atas, agar dapat membanggakan keluarga. Pasalnya, saudara-saudaranya itu memang semuanya sudah putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Kepala Desa Cakkeware, Susi Susanti mengatakan, keluarga Nursabilah ini memang masuk dalam kaluarga penerima manfaat. Selain itu, Nursabilah juga mendapatkan beasiswa di sekolah.

"Alhamdulillah Ila (sapaan akrabnya) menerima beasiswa di sekolah karena berprestasi. Kami selaku pemerintah desa juga tetap mengupayakan agar dia terus mendapatkan beasiswa hingga ke SMA nanti," Kata Susi Susanti.

Penulis: Oches

#kisah haru