Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
Kakak wakili adiknya yang sudah almarhumah, menghadiri wisuda IAIN Bone. Selamat jalan Risma, SH.
BONE, BUKAMATA -- Sabtu, 2 Oktober 2021. Suasana di Hotel Novena Kota Watampone begitu meriah. Terlihat wajah berseri para wisudawan dan wisudawati Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone.
Di bagian depan, tampak para senator berdiri. Kelihatan gagah dengan toga hitam, juga selempang hijau. Tampak Rektor IAIN Bone, Prof Nuzul di sana. Dia sibuk mengalungkan kalung wisuda. Senator lainnya menyerahkan ijazah.
Satu persatu nama wisudawan dipanggil. Wajah semringah terpancar dari wajah mereka. Tapi, kemeriahan itu sesaat berubah menjadi suasana yang mengharukan saat nama Risma disebut. Seorang wanita bergamis krem sambil menggendong sebuah foto wanita bertoga berlatar merah, maju ke depan. Wanita bergamis krem itu bukan Risma. Tapi wanita bertoga dan berbaju wisuda di foto itu adalah Risma.
Wanita bergamis krem itu adalah kakak Risma. Dia menghadiri acara wisuda tersebut mewakili adiknya, yang tidak bisa mengikuti wisuda karena meninggal dunia sebelum prosesi Wisuda digelar.
Risma dinyatakan lulus pada 5 Juli 2021 lalu. Almarhumah adalah lulusan Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum IAIN Bone, yang mendapat predikat cukup baik dengan nilai IPK, 3.68.
Rektor IAIN Bone, Prof Nuzul yang dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan. Dia membantah informasi awal yang mengatakan kalau wanita bergamis krem itu adalah ibu almarhumah. Wanita itu bukan ibu almarhumah, melainkan kakak perempuannya.
"Iya itu benar, dan saya juga baru tahu ada seperti ini dari teman-teman pas hari itu. Jadi yang mewakili itu bukan ibunya almarhumah, tapi saudaranya," ujar Prof Nuzul melalui sambungan telepon.
Prof Nuzul menambahkan, dari informasi yang dia terima, almarhumah meninggal pada Agustus 2021 lalu, karena kecelakaan tunggal.
"Kalau saya tidak salah ananda ini meninggal tepat malam 17 Agustus lalu karena kecelakaan. Ananda ini tinggal di daerah Taccipi, kalau saya nda salah," tambahnya.
Prof Nuzul juga menyampaikan pesan kepada keluarga almarhumah. "Tolong ijazah ananda Risma ini dijaga baik-baik, karena ini merupakan kenangan terakhir untuk keluarga karena dia sempat selesai sebelum almarhum meninggal," ungkapnya.
"Kami merasa sangat sedih dan atas kepergian alumni kita ini, dan saya sebagai pimpinan institut menyampaikan turut berbela sungkawa dan berdoa semoga ananda kita ini diterima baik di sisi Allah SWT. Dan segala amal ibadahnya diterima serta segala kekhilafannya diampuni, ananda kita ini sudah membuktikan bahwa dia adalah orang yang terdidik karena sudah selesai," tutupnya.
Penulis: Oces
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33