BONE, BUKAMATA -- Sabtu, 21 Juni 2021. Hari itu, Nur Sabilah (11) ikut dalam vokal grup sekolahnya. Dipersembahkan untuk kakak kelasnya yang sudah tamat di Sekolah Dasar Negeri SDN 85 Labotto, Desa Cakkeware, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone.
Tak seperti yang lain diantar orang tuanya, Nur Sabilah berangkat seorang diri. Ayahnya harus ke sawah. Menggarap sawah milik mertuanya. Sedang ibunya sudah tak ada.
Suasana sebelumnya sangat ceria. Nur Sabilah sambil menggenggam sekuntum bunga, menyanyi riang, "Kaulah Ibuku", lagu yang dipopulerkan Haddad Alwi.
Baca Juga :
Tiba-tiba, suasana berubah sendu. Di pengujung kegiatan acara perpisahan tersebut, setelah persembahan vokal grup dari murid kelas I sampai kelas V berakhir, para murid pun berlari ke orang tua masing+masing dan langsung memeluk ibunya sambil memberikan setangkai bunga yang sebelumnya digenggam oleh para murid.
Namun ada seorang murid yang hanya tinggal berdiri di tempatnya. Dialah Nur Sabilah. Dia hanya bisa berdiri di tempatnya. Tak tahu kepada siapa bunga itu hendak diberikan. Tak tahu dia hendak memeluk siapa. Karena dia sudah tidak memiliki ibu.
Seorang guru yang sadar akan hal tersebut, pun langsung menghampiri Nur Sabilah dan langsung memeluknya. Seketika teman-temannya pun ikut berlarian dan langsung memeluk Nur Sabilah.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, Nur Sabilah diketahui anak piatu. Ibunya telah lama meninggal sejak dia belum duduk di bangku SD.
Salah seorang orang tua murid yang meminta namanya tidak dimediakan, saat diwawancarai mengatakan bahwa sangat terharu melihat Nur Sabilah yang waktu itu hanya tinggal diam di tempatnya. Dia sambil menangis, karena tidak tahu mau memeluk siapa.
"Saya sampai menangis saat itu melihatnya, untungnya ibu guru sadar dan langsung menghampirinya dan memeluknya," kata salah seorang orang tua murid tersebut.
Sementara seorang Guru SDN 85 Labotto Nurul menjelaskan, Nur Sabilah diketahui adalah buah hati dari pasangan suami isteri Iskandar dan almarhumah Rahimah. Nur Sabilah adalah anak bungsu dari 7 bersaudara.
"Ibunya meninggal sudah lama sejak dia masih kecil, sementara ayahnya hanya bekerja menggarap sawah mertuanya. Begitupun dengan saudara laki-lakinya yang menggarap sawah orang lain, kondisi perekonomian keluarganya memang sangat sederhana," kata Nurul.
Lanjut kata Nurul, anak ini pintar di sekolah dan berprestasi. Semua kegiatan yang berhubungan dengan sekolah selalu dia ikuti.
"Anaknya pintar dan aktif di sekolah. Sebenarnya awalnya kami juga tidak pernah menyangka videonya bisa viral di sosial media, ternyata ada orang tua murid yang merekam saat kegiatan itu," ungkapnya.
Penulis: Oches