Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 19 Maret 2021 14:49

Jenazah Indah dibaringkan di kamar kos.
Jenazah Indah dibaringkan di kamar kos.

Kisah Haru Debt Collector Inapkan Jenazah Istri di Kamar Kos karena Tak Punya Ongkos Pemakaman

Karena tak punya uang untuk pemakaman, seorang debt collector menyimpang jenazah istrinya di kamar kos. Lalu pergi cari pinjaman. Namun lama dia tak kembali. Warga pun resah.

MOJOKERTO, BUKAMATA - Minggu, 14 Maret 2021, sekitar pukul 14.00 WIB. Siang itu, Dedy Hakim (43) menyaksikan istrinya, Indah Kusnaeni (47) meregang nyawa di kamar kos nomor 2, Panggreman gang VIE, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Indah mengembuskan napas terakhirnya. Kanker kelenjar getah bening mengakhiri hidupnya.

Karena tidak ada tempat untuk menyucikan jenazah, Dedy membawa jasad istrinya ke Rumah Sakit Gatoel di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan Kranggan sekitar pukul 15.36 WIB. Indah juga tercatat sebagai pasien rawat jalan di rumah sakit tersebut.

Saat itu, jenazah Indah dibawa menggunakan mobil ambulans Rumah Sakit Gatoel. Pemulasaraan jenazah Indah baru rampung pada tengah malam.

“Karena antre ada sekitar dua jenazah korban Covid-19 di tempat pemulasaraan RS Gatoel. Prosedurnya bisa dilakukan pemulasaraan minimal dua jam setelah jenasah Covid-19, tidak bisa dicampur,” ujar Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M Sulkan.

Selesai disucikan dan dikafani, jenazah Indah dibawa kembali ke kamar kos menggunakan ambulans RS Gatoel, Senin, 15 Maret 2021 sekitar pukul 00.30 WIB.

Dedy yang berprofesi sebagai debt collector itu, lantas meninggalkan jenazah istrinya di dalam kamar kos. Jasad wanita kelahiran Majalengka, Jabar itu hanya ditempatkan di atas kasur lantai. Untung, pemilik rumah kos dan warga sekitar, suka rela menjaga jenazah Indah.

Sementara Dedy, kelimpungan mencari pinjaman uang untuk melunasi biaya pemulasaraan dan ambulans RS Gatoel. Dia juga kebingungan mencari tempat pemakaman, karena Indah belum tercatat secara resmi menjadi penduduk Kelurahan Kranggan.

Belum lagi mobil ambulans yang harus didapatkan Dedy untuk membawa jenazah istrinya ke tempat pemakaman umum Kranggan di makam panjang Losari, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Lokasi pemakaman cukup jauh dari tempat kos Dedy.

Pagi harinya, Dedy koordinasi dengan keluarganya dan Ketua RW di Penarip. Akhirnya dicarikan solusi, bisa dimakamkan di TPU Kranggan di makam panjang Losari. Informasinya dia harus bayar.

"Karena lama Dedy tak kembali ke kosnya, warga resah. Akhirnya diinfokan ke kami,” tambah Kompol Sulkan.

Benar saja, kata Sulkan, Dedy tidak ada di kamar kos saat dirinya datang. Pria yang sehari-hari menjadi debt collector itu baru kembali ke tempat kosnya sekitar pukul 10.00 WIB.

“Saat dia datang, kami carikan bantuan ambulans PMI. Setelah kami pastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Bu Indah, jenazah kami antar ke pemakaman jam 11.30 WIB,” beber Kompol Sulkan.

Damayanti, salah seorang tetangga kos Dedy menuturkan, jenazah Indah diinapkan di kamar kos sejak Senin, 15 Maret 2021 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Dedy meninggalkan jenazah istri sirinya sekitar pukul 02.30 WIB untuk mencari tempat pemakaman.

“Jam 9 pagi dia (Dedy) balik ke kos, dia bilang makam sudah digali di Losari. Dia pamit lagi ke Rumah Sakit Gatoel mencari ambulans. Namun, sampai siang tidak balik-balik,” pungkas Damayanti.

#Kisah tragis #kisah haru