Ini Dugaan Bentuk Kekerasan terhadap Mahasiswa Bone yang Meninggal Usai Diksar Mapala
Seorang peserta Diksar Mapala salah satu perguruan tinggi di Bone, mengembuskan napas terakhir. Itu setelah pulang dari diksar yang digelar 7 hari itu.
BONE, BUKAMATA - Polisi sudah mendapat gambaran, kekerasan seperti apa yang menimpa Irsan (19), mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Bone, yang tewas usai mengikuti Diksar Mapala.

Itu setelah polisi mendengar keterangan sejumlah saksi. Mereka adalah peserta dan panitia Diksar Mapala yang 7 hari diikuti korban. Diduga, kekerasan itu berupa pukulan dan tendangan ke area vital korban.
Korban Irsan pulang pada Jumat, 12 Maret 2021 malam. Lalu pada Sabtu, 13 Maret 2021, Irsan merasakan sakit. Dia sempat dua hari dirawat di rumah. Namun, karena terus memburuk, Irsan dilarikan ke RS M. Yasin Watampone. Sayang, Irsan mengembuskan napas terakhirnya pada Senin, 15 Maret 2021.
Polisi yang menyelidiki, akhirnya menemukan fakta, ada kekerasan dalam diksar tersebut. Kekerasan itu di antaranya tendangan ke perut.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf, kekerasan demi kekerasan tersebut, tak hanya dialami korban seorang. Hal serupa juga menimpa peserta lainnya.
"Beberapa senior selaku pendamping kegiatan tersebut melakukan kekerasan fisik kepada semua peserta Diksar, berupa pukulan pada bagian perut, menampar, menendang, menyuruh merayap dan jalan bebek," ungkap AKP Ardy, Rabu (17/3/2021).
Sudah ada 18 panitia yang dimintai keterangan. Polisi masih terus mendalami, siapa pelaku kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
News Feed
MAKI Ultimatum KPK, Tahan Dua Anggota DPR Tersangka Kasus CSR BI-OJK atau Hadapi Praperadilan
20 September 2026 21:43
Uji Kompetensi Ketat: Inilah Wajah Baru Duta Bahasa Nasional 2026
20 September 2026 21:32
Pameran Pojok Irisa 35 Siap Digelar, Sajikan Ragam Karya Fotografi
20 September 2026 21:28
