MAKASSAR, BUKAMATA - Anggota Jatanras Polrestabes Makassar yang membackup Anggota Opsnal Rappocini, bergerak cepat. Tak cukup 24 jam, mereka berhasil membekuk pelaku pembusuran yang menyebabkan tewasnya seorang tukang parkir di minimarket Tamalate bernama Ramadan (27).
Kassubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edhy Supriadi mengatakan, penangkapan dilakukan sekitar pukul 15.00 Wita di Jl Sultan Alauddin Lorong IV, depan Jl Landak.
Pelaku yang tertangkap adalah, Wawan (18). Dia saat itu naik motor berboncengan dengan SD yang saat ini masih buron. Pelaku lainnya adalah DI (15). Dia berboncengan dengan AL yang saat ini DPO. Peran DI sebagai pemanah. Lalu, ada BG (15), yang berboncengan dengan Karel (18) dan AD yang saat ini DPO. BG juga berperan sebagai pemanah.
Baca Juga :
Ada pula Satria Kafala (18), berboncengan dengan PT yang saat ini buron. Perannya, sebagai pemanah.
Kemudian ada MF (17), berboncengan dengan MR (DPO). Peran MF juga sebagai pemanah.
Berikutnya ada Karel (18), berboncengan dengan AD (DPO) dan BG. Peran Karel juga sebagai pemanah.
Pelaku lainnya adalah YS (17). Dia juga sebagai pemanah dengan joki DD yang saat ini masih buron. Ada pula FA (16) dan MF (13). Keduanya ada di lokasi kejadian.
Sementara itu, 13 lainnya DPO, masing-masing, ADM (pemanah), RG (pemanah), RZ (joki), ASL (pemanah) PT (pemanah), ADT, AID, (joki), RF (joki), MR (joki), ALD (joki), DD (joki), SD (joki), dan SF (joki).
Peristiwanya tadi pagi. Awalnya, korban mengejar empat motor yang lewat di depan Alfamart dengan suara keras, lalu membentangkan busur kepada empat pengendara itu. Tidak lama kemudian, kelompok pemuda berboncengan sekitar 15 sepeda motor, mendatangi korban. Mereka kemudian melakukan penganiayaan dengan cara melepaskan busur ke arah korban yang mengenai dada sebelah kiri dan punggung belakang sebelah kiri korban.
Setelah membusur korban, para pelaku melarikan diri menuju arah Jl. Hertasning, Makassar.
Setelah tertangkap, para pelaku yang diamankan mengakui dan membenarkan telah melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Para pelaku mengakui berada di tempat kejadian saat terjadi penganiayaan. Para pelaku menyebutkan beberapa nama yang terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Penulis: Maulana