Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 11 Desember 2020 08:19

Kajari Makassar, Andi Sundari.
Kajari Makassar, Andi Sundari.

Selama Setahun Kejari Terima 22.204 Perkara Tilang, Rp2,6 Miliar Masuk Kas Negara

Selama setahun, Kejari Makassar telah memasukkan ke kas negara Rp2 miliar dari perkara tilang.

MAKASSAR, BUKAMATA -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar mencatat ada 22.204 perkara tilang sepanjang 2020 dan berhasil mengumpulkan denda sebesar Rp2,6 miliar lebih untuk dijadikan pemasukan kas negara.

Kendati demikian dari puluhan ribu perkara pelanggar itu, Kejaksaan Negeri mencatat ada ribuan tilang yang belum diambil oleh pemilik barang bukti.

Kajari Makassar, Andi Sundari didampingi Kasi Pidum Kejari Makassar Hairil Ahmad mengatakan, 22.204 berkas perkara tilang, putusan denda dan disetor ke negara sebesar Rp2.626.954.000.

Namun lanjut Andi Sundari, ada beberapa surat tilang belum dieksekusi karena tidak jelas alamat dan tidak ada nomor handphone pemilik barang bukti. Perkara itu di bawah naungan Pidana Umum (Pidum) Kejari Makassar.

"Kalau dua tahun tidak diambil pelanggar maka akan diputihkan. Akan tetapi ketika pelanggar akan mengambil barang buktinya, semuanya masih ada dan bisa diambil, " jelas Andi Sundari.

Andi Sundari menyebut, selain perkara itu yang ditangani Pidum, ada beberapa kasus lainnya. Seperti perkara konvensional. Di antaranya pencurian, narkotika dan penganiayaan.

"Perkara kasus konvensional ada 1.130 SPDP perkara yang masuk, tahap dua 1.418 gabungan antara Kejari Makassar dan Kejati Sulsel. Eksekusi 818 dan Penuntutan 1.342," sebut Andi Sundari.

Kendati begitu terang Andi Sundari, ada 792 SPDP tidak dilanjutkan oleh penyidik Polrestabes Makassar. Padahal, pihak Kejari telah menyurat ke pihak kepolisian untuk mempertahankan kelanjutan kasus tersebut.

"Ada beberapa kasus setelah mengirim SPDP atau surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan, tiba-tiba masuk surat SP3 dari penyidik kepolisian, " tutupnya.

Penulis : Chaidir
#Kejari Makassar