Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 23 November 2020 08:07

Sakka, pelaku pembunuhan sadis istrinya di Bone.
Sakka, pelaku pembunuhan sadis istrinya di Bone.

Ayah Sakka kepada Polisi: Bawa ke Sini, Tembak Mati di Depan Saya

Jafar sudah pasrah terhadap apa yang akan dilakukan polisi terhadap putranya, Sakka, yang tega menghabisi nyawa istrinya. Bahkan dia meminta polisi menembak mati putranya di hadapannya.

BONE, BUKAMATA - Jafar membantah terlibat pembunuhan menantunya, Selmi (14). Pada Kamis malam, 19 November 2020, sekitar pukul 23.00 Wita, Jafar justru melerai putranya, Kamaluddin alias Sakka (20), yang saat itu bertengkar tengah malam dengan Selmi di rumahnya, di Lingkungan Harapan Tallumae, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang.

Namun, pada pertengkaran kedua, Jumat dini hari, 20 November 2020, sekitar pukul 03.00 Wita, Jafar mengaku tak bisa lagi melerai. Sakka sudah kesetanan sambil memegang badik.

"Kemudian terjadi lagi pada pukul 03.00 Wita. Saya sudah tak mampu lagi melerai hingga terjadi penikaman," ungkap Jafar di Mapolsek Tanete Riattang.

Jafar juga tak tahu apa penyebab pertengkaran anak dan menantunya itu.

Jafar juga sudah pasrah terhadap apa yang akan dilakukan petugas terhadap anaknya. Dia bahkan meminta polisi menindaknya dengan tegas.

"Kalau polisi tidak mau menembak anak saya di luar, bawa saja ke sini, tembak mati saja di depan saya," ungkapnya.

Sakka memang adalah residivis kasus pembunuhan. Dia baru saja keluar dari penjara, setelah menikam seorang pria bernama Wandi hingga tewas di Lapangan Merdeka, Watampone pada 2017 lalu.

Setelah keluar dari penjara, dia lalu pacaran dengan Selmi, hingga menikah pada 4 Oktober 2020 lalu.

Usai menikah 4 Oktober 2020 lalu, Selmi sebenarnya tak ingin ikut ke rumah orang tua suami. Sebagai anak satu-satunya, dia masih betah bersama ibunya yang juga sudah ditinggal mati ayahnya, di Jl Sukawati, Watampone.

Namun, ibu membujuk. Akhirnya, Selmi menurut. "Kalau mupaksaka pergi, tidak mulihatma itu kembali. Jasad saja mulihat. Baju saja mulihat," ujar Selmi ke ibunya. Perkataan itu bagai firasat dari Selmi.

Sebelumnya, Selmi (14), ditemukan tewas di dekat tangga rumah mertuanya di Lingkungan Harapan, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, pada Jumat pagi, 20 November 2020.

Dia dihabisi secara sadis suaminya, Sakka (20). Ada 20 luka tusukan sejata tajam jenis badik di tubuhnya. Tersebar dari dada, punggung, leher, dagu dan tangan.

Penikaman diawali cekcok pada Kamis malam, 19 November 2020, sekira pukul 23.00 Wita. Sempat berhenti karena dilerai oleh orang tua Sakka. Namun, sekitar pukul 03.00 Wita, cekcok kembali. Kali ini lebih tragis. Sakka menghunus badik. Selmi yang ketakutan, menghindar dengan melompat ke tangga. Sayang, dia tersungkur. Saat itulah, Sakka melompati tubuhnya dengan badik terhunus.

Tanpa ampun, Sakka menyarangkan badik itu berkali-kali ke tubuh Selmi. Usai menikam istrinya, Sakka kabur.

"Anggota sementara melakukan pengejaran," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang, Iptu Samson.

#Penikaman #Suami Bunuh Istri