Isu Rp2 Miliar untuk Helikopter Dibantah, Pemprov Sulsel Siap Tempuh Jalur Hukum
02 April 2026 16:47
Sehidup semati. Pasangan lanjut usia di Gowa, meninggal selang satu jam. Sang istri duluan, disusul suami.
GOWA, BUKAMATA - Minggu, 16 Agustus 2020 petang. Selepas magrib, napas Siti Saniah (64) mulai sesak di rumahnya, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Gowa.

Suaminya, KH Muhammad Idrus Makkawaru (76), lalu menuntunnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Usai itu, sang istri pun mengembuskan napas terakhir.
Sang istri pun disemayamkan di dalam kamar. Namun karena banyak pelayat, seusai Isya, sang suami akhirnya meminta jenazah istrinya dipindahkan ke ruang tengah.
Saat jenazah istri diangkat, butiran bening mengalir dari mata KH Muhammad Idrus. Setelah itu, KH Muhammad Idrus pun sesak. Sang kiai pun menyusul istri, mengembuskan napas terakhir.
Itu dituturkan anak tertua almarhum, Ahmad Mujahid (51). Menurut Mujahid, almarhum ayahnya meninggal dengan tenang.
Mujahid bilang, kedua orang tuanya memang mengidap penyakit jantung. Sang ayah kata Mujahid, adalah anggota Nahdlatul Ulama sejak muda. Bahkan pernah menjabat Ketua Tanfidziyah NU Kabupaten Bantaeng. Almarhum juga pernah menjabat Ketua Depag Bantaeng.
Jenazah keduanya dimakamkan di kampung halamannya di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Bupati Bantaeng, Ilham Azikin sempat melayat.
Jenazah almarhum dan istrinya sempat disalatkan di masjid tertua Bantaeng, Masjid Taqwa Tompong. Itu diungkap menantu almarhum, Saharullah.
KH Muhammad Idrus memang warga asli Bantaeng, Sulawesi Selatan. Masjid Tompong disebut sangat dekat dengan kediaman sang kiai di Kelurahan Letta, Bantaeng.
Di masjid itulah dulu sang kiai ceramah. Jemaahnya banyak dari Bantaeng dan Jeneponto. Jenazah suami istri itu dimakamkan usai salat Zuhur.
02 April 2026 16:47
02 April 2026 16:03
02 April 2026 15:57
02 April 2026 15:15
02 April 2026 14:22
02 April 2026 11:56
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:25