Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 16 Juni 2026 21:17

Setelah tiga hari pencarian intensif menembus derasnya arus sungai, korban banjir asal Desa Beringin Jaya, Firman (24), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Setelah tiga hari pencarian intensif menembus derasnya arus sungai, korban banjir asal Desa Beringin Jaya, Firman (24), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tiga Hari Pencarian, Korban Banjir Asal Desa Beringin Jaya Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga agar dapat dimakamkan secara layak. Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Luwu Utara.

LUWU UTARA, BUKAMATANEWS - Setelah tiga hari pencarian intensif menembus derasnya arus sungai, korban banjir asal Desa Beringin Jaya, Firman (24), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, secara resmi mengumumkan penemuan jenazah Firman, korban banjir asal Desa Beringin Jaya yang sempat hilang terseret arus sungai pada Sabtu, 13 Juni 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung di Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Banjir pada Selasa, 16 Juni 2026.

Sebelumnya, Firman dilaporkan hilang sejak Sabtu,13 Juni 2026. Korban terseret arus sungai di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, saat hendak memeriksa kendaraannya di seberang sungai.

Setelah pencarian intensif selama tiga hari, jasad korban akhirnya ditemukan di Dusun Rakki-Rakki. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 6 kilometer dari titik awal tempat korban dilaporkan hilang.

Penemuan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta Palang Merah Indonesia (PMI) yang terus menyisir area terdampak.

Di hadapan awak media dan relawan di Posko Tanggap Darurat, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah rahim menyampaikan rasa duka yang mendalam serta apresiasi tertingginya kepada seluruh unsur yang terlibat.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan kerja sama luar biasa dari seluruh tim gabungan. Meskipun dihadapkan pada medan yang berat dan kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat, tim tidak menyerah hingga almarhum berhasil ditemukan," ujar Andi Rahim

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga agar dapat dimakamkan secara layak. Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Luwu Utara. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Korban banjir meninggal #Pemkab Luwu Utara #BPBD #Basarnas #Cuaca ekstrem