Redaksi
Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 19:43

379 Petugas Turun ke Lapangan, Maros Mulai Sensus Ekonomi 2026 untuk Petakan Kekuatan Daerah

379 Petugas Turun ke Lapangan, Maros Mulai Sensus Ekonomi 2026 untuk Petakan Kekuatan Daerah

Dengan dimulainya sensus ini, Pemerintah Kabupaten Maros berharap seluruh proses pendataan dapat menghasilkan gambaran ekonomi daerah yang komprehensif sebagai pijakan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

MAROS, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Maros mulai melakukan pendataan besar-besaran terhadap kondisi ekonomi masyarakat melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Kegiatan yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maros tersebut resmi dimulai pada Senin (15/6/2026).

Sebanyak 379 petugas lapangan dikerahkan untuk menjangkau seluruh wilayah Maros, mencakup 108 desa dan kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan.

Pelaksanaan sensus kali ini memiliki catatan tersendiri. Dari seluruh petugas yang diterjunkan, sekitar 80 persen di antaranya merupakan perempuan. Komposisi tersebut menunjukkan besarnya peran perempuan dalam proses pengumpulan data ekonomi daerah.

Pelepasan petugas dilakukan di Ruang Pola Kantor Bupati Maros dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Maros. Bupati Maros Chaidir Syam meminta seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan ikut memastikan proses pendataan berjalan lancar.

Menurut Chaidir, keberhasilan sensus ekonomi sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat dan pelaku usaha dalam memberikan informasi yang akurat.

Ia juga menegaskan masyarakat, khususnya pelaku usaha dan perusahaan, tidak perlu khawatir memberikan data kepada petugas karena seluruh informasi yang dihimpun memiliki perlindungan kerahasiaan.

“Tidak perlu takut memberikan data kepada petugas, karena data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya, terutama data perusahaan,” ujar Chaidir Syam.

Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menyasar pelaku usaha besar, tetapi juga masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi skala kecil hingga individu yang tidak menjalankan usaha.

Bupati menilai data yang diperoleh dari sensus tersebut akan menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Maros ke depan.

“Data hasil sensus ekonomi ini sangat penting karena akan menjadi acuan pemerintah dan DPRD dalam menyusun kebijakan, program kerja, maupun penganggaran. Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang tepat dan akurat,” jelasnya.

Menurutnya, data ekonomi yang valid akan membantu pemerintah melihat potensi daerah, memahami tantangan ekonomi masyarakat, serta menyusun strategi pembangunan yang lebih sesuai kebutuhan.

Dimulainya tahapan lapangan Sensus Ekonomi 2026 ditandai dengan penabuhan gendang secara simbolis oleh Bupati Maros Chaidir Syam bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur, Wakil Ketua II DPRD Maros Nurwahyuni Malik, jajaran BPS Maros, dan perwakilan BPS Sulawesi Selatan.

Momentum tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Maros Andi Davied Syamsuddin, para pimpinan DPRD Maros, kepala OPD lingkup Pemkab Maros, serta camat dari seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Maros.

Dengan dimulainya sensus ini, Pemerintah Kabupaten Maros berharap seluruh proses pendataan dapat menghasilkan gambaran ekonomi daerah yang komprehensif sebagai pijakan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Maros #Bupati Maros Chaidir Syam