Redaksi
Redaksi

Kamis, 30 April 2020 11:17

Ulfah Lanto (Facebook)
Ulfah Lanto (Facebook)

Sambil Bersumpah Demi Allah, Bu Camat Beber Kronologi Pembubaran Salat Jumat di Parepare

Ulfah Lanto bersumpah atas nama Allah. Bukan dirinya yang membubarkan salat Jumat di Parepare. Namun, Camat UJung itu dilapor penodaan agama.

PAREPARE, BUKAMATA - Camat Ujung Kota Parepare, Sulsel, Ulfah Lanto, dilaporkan warga. Dia dilapor pasal penodaan agama, karena membubarkan orang salat Jumat, pada 17 April 2020 lalu.

Camat berparas ayu itu bersumpah atas nama Allah, bukan dia yang membubarkan salat jumat. Wanita berhijab itu pun mengungkap kronologi kejadian.

Hari itu, Jumat, 17 April 2020, sejumlah jajaran Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Ujung, seperti polisi militer, lurah, Kapolsek, Danramil, serta KUA, memantau sejumlah masjid di wilayah Kecamatan Ujung. Mereka mengimbau warga agar sementara tidak melaksanakan salat Jumat dulu karena ada ancaman wabah Corona. 

Masjid Ar Rahma yang menjadi lokasi keributan, adalah masjid terakhir yang dikunjungi tim Gugus Tugas COVID-19 hari itu. Tepat pada pukul 10.30 Wita, Ulfah dan timnya tiba di halaman masjid. Saat itu belum ada jemaah. Melalui pengeras suara, tim memberi imbauan agar tak dilaksanakan dulu salat Jumat.

"Sampai di sana, pukul 10.30 Wita, kondisi masjid (Ar Rahma) masih kosong. Jadi saya bilang ke Pak KUA-nya, 'Pak KUA, mumpung masjid ini masih kosong, belum ada jemaah, silahkan Bapak masuk memberikan imbauan ke masyarakat melalui pengeras suara bahwa hari ini tidak dilaksanakan salat Jumat dulu," ucap Ulfah.

Saat itu, yang dilaksanakan hanya azan yang menandakan bahwa waktu salat Zuhur sudah masuk. Semua masyarakat diharap kembali ke rumah masing-masing untuk melaksanakan salat Zuhur.

Ternyata, imbauan itu tak dipedulikan. Rombongan jemaah tetap berdatangan ke masjid. Mereka tetap melaksanakan ibadah Jumat seperti biasa. 

Kondisi jemaah yang terus berdatangan tersebut, membuat Ulfah dan timnya menutup pintu dan pagar masjid agar perkumpulan jemaah tidak semakin bertambah. Ulfah mengatakan saat itu timnya memilih berjaga di depan masjid. 

"Melihat kapasitas di dalam sudah semakin banyak, berinisiatiflah POM untuk menutup pintu, pagar, jangan sampai bertambah masyarakat yang datang kita tidak tahu latar belakangnya dan dia masuk lagi semua akhirnya ditutup," kata Ulfah. 

"Saya bilang juga cocok Pak, yang di dalam saja kita jagai, yang belum masuk ndak usah masuk, saya bilang," tambahnya.

Saat berjaga di depan masjid inilah tiba-tiba datang dua tokoh masyarakat setempat. Ulfah mengaku mengenal kedua tokoh masyarakat tersebut. 

"Bu Camat, di dalam itu ada apa," tanya tokoh masyarakat itu.

"Tidak tahu juga, Pak, kayaknya lagi khotbah," jawab Ulfah.

Kedua tokoh masyarakat ini lantas meminta Ulfah agar diberi izin menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak usah melaksanakan salat Jumat

"Berhubung orang ini saya kenal persis bahwa dia tokoh masyarakat. Salah satunya itu mantan Ketua Panitia masjid dan donatur tetap, jadi pemikiran saya dia masuk dia didengar masyarakat, jadi saya bilang, 'Oh iya kalau memang kita mau masuk silakan mi Pak,' akhirnya masuk mi kan dalam video 2 orang tokoh itu," katanya. 

"Cuma memang pas dia masuk langsung dia naikkan tangannya bilang 'bubar-bubar'. Jadi demi Allah, bukan saya yang berteriak 'bubar' itu. (Tapi) salah satu tokoh masyarakat ini, tapi tujuannya tetap imbauan, dia tujuannya membantu pemerintah," pungkas Ulfah seperti dikutip dari Detik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Salat Jumat #Covid-19