Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Para narapidana di Lapas Manado, mengamuk. Mereka minta keluar karena takut tertular Covid-19.
MANADO, BUKAMATA - Sabtu, 11 April 2020. Sekitar pukul 15.00 Wita. Api membesar di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Tumiting Manado. Narapidana mengamuk. Mereka meminta keluar lewat program asimilasi, karena takut Covid-19.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast, membenarkan. Namun menurutnya, situasi sudah bisa dikendalikan. Petugas gabungan dari Sat Brimob, Polresta Manado, Polda, unsur TNI serta Dinas Pemadam Kebakaran, bahu membahu padamkan api.
“Situasi sudah berhasil dikendalikan, kami berusaha menenangkan massa, kondisi berangsur-angsur membaik,” kata Abast.
Kerusuhan di dalam LP Tumiting, berlangsung selama hampir 4 jam. Aparat kepolisian, berhasil menguasai lapas sekitar pukul 20.00 Wita.
Aparat Gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Petugas Damkar yang turun ke TKP mendapati lokasi pembakaran di Blok E, tempat narapidana (napi) kasus narkoba dan Blok Tipikor serta tempat pangkas rambut.
Saksi mata bilang, para napi awalnya membakar bangunan warung kopi, lalu merembet ke bangunan lain.
Sebanyak 20 orang narapidana telah diamankan pasca kerusuhan. Mereka yang diamankan sebagian besar tahanan kasus narkoba.
Dari hasil interogasi awal diketahui para napi merasa kecewa, karena tidak mendapat asimilasi. Mereka kemudian melampiaskan kemarahannya dengan melempari bangunan dan rumah-rumah dinas di luar lapas.
Terpisah, Kakanwil Kemenkumham Sulut, Lumaksono mengatakan, narapidana blok narkoba protes karena panik dengan wabah Covid-19. Mereka menuntut dibebaskan sebagaimana 115 tahanan lainnya.
Lumaksono bilang, para napi tersebut tidak masuk kriteria napi yang dapat asimilasi karena mereka napi kasus narkoba.
“Ketentuan kita yang dibebaskan yakni narapidana umum. Sementara yang meminta itu kebanyakan narapidana kasus narkoba," ungkapnya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33