FIFA Manjakan Wasit Piala Dunia 2026, Gaji Pokok Naik Dua Kali Lipat Tembus Rp1,6 Miliar
Melansir laporan dari GiveMeSport, setiap wasit yang terpilih masuk ke dalam korps pengadil Piala Dunia 2026 diproyeksikan menerima gaji pokok sebesar 100.000 dolar AS atau setara dengan Rp1,6 miliar.
JAKARTA, BUKAMATANEWS — FIFA resmi menaikkan standar kesejahteraan bagi para pengadil lapangan yang akan bertugas di Piala Dunia 2026. Sebanyak 52 wasit utama dari berbagai konfederasi dunia dipastikan mengantongi pendapatan fantastis yang melonjak drastis dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Melansir laporan dari GiveMeSport, setiap wasit yang terpilih masuk ke dalam korps pengadil Piala Dunia 2026 diproyeksikan menerima gaji pokok sebesar 100.000 dolar AS atau setara dengan Rp1,6 miliar.
Angka tersebut mencatatkan sejarah baru dalam melesatnya nilai ekonomi perangkat pertandingan. Jika dibandingkan dengan Piala Dunia 2014 di Brasil, nominal gaji pokok tahun ini mengalami kenaikan hingga dua kali lipat atau 100 persen. Langkah FIFA ini dinilai sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya meningkatkan profesionalisme di tengah semakin tingginya tensi pertandingan modern.
Skema Bonus Berjenjang hingga Partai Final
Menariknya, pendapatan miliaran rupiah tersebut barulah menyentuh nilai kontrak dasar. FIFA juga menerapkan skema insentif dan bonus performa yang sangat menggiurkan sepanjang turnamen:
Fase Grup: Wasit menerima gaji pokok flat dan biaya operasional harian.
Fase Gugur: Tambahan bonus atau match fee di setiap putaran bagi wasit yang dinilai minim kontroversi dan dipertahankan organisasi.
Partai Final (19 Juli): Alokasi bonus terbesar yang disiapkan khusus untuk wasit utama dan perangkat laga pamungkas.
Catatan: Skema berjenjang ini sengaja diterapkan untuk memacu para pengadil lapangan agar tampil seobjektif mungkin dan menekan angka kesalahan fatal di setiap laga.
Kenaikan regulasi gaji ini tentu menjadi angin segar bagi nama-nama besar di dunia perwasitan, termasuk dua representatif populer dari Liga Inggris, Michael Oliver dan Anthony Taylor.
Bagi sosok sekaliber Oliver dan Taylor, guyuran uang di turnamen ini akan melipatgandakan kekayaan mereka dari profesi domestik. Sepanjang musim ini saja, keduanya diperkirakan telah mengantongi pendapatan sekitar 250.000 poundsterling (setara Rp5,1 miliar) dari tugas rutin memimpin laga-laga bertensi tinggi seperti Premier League, Piala FA, hingga Liga Champions UEFA.
Meski dihujani pundi-pundi finansial yang masif, beban kerja yang dipikul 52 wasit ini dipastikan tidak mudah. Lonjakan pendapatan yang diberikan FIFA dinilai sangat sepadan dengan besarnya tekanan psikologis, sorotan kamera dari ratusan sudut, serta tanggung jawab mutlak dalam menjaga sportivitas di panggung sepak bola terbesar di bumi.
News Feed
BPS Mulai Pendataan Door to Door, Wali Kota Makassar Jadi Responden Pertama
16 Juni 2026 15:28
DPR Setujui Naturalisasi Baker dan Vickery
16 Juni 2026 15:01
105 Orang Meninggal Dunia Akibat Penyakit DBD
16 Juni 2026 10:02
Berita Populer
16 Juni 2026 09:27
16 Juni 2026 10:02
16 Juni 2026 09:47
16 Juni 2026 09:21
16 Juni 2026 09:17
