Redaksi
Redaksi

Kamis, 29 Oktober 2026 11:11

Trump dan Obama Panaskan Persaingan Jelang Pemilu AS, Saling Serang di Panggung Kampanye

Trump dan Obama Panaskan Persaingan Jelang Pemilu AS, Saling Serang di Panggung Kampanye

Trump dan Obama memanaskan persaingan jelang pemilu AS melalui kampanye di sejumlah negara bagian. Keduanya saling melontarkan kritik dan sindiran politik.

Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan tersebut.

Dukungan Demokrat Terbelah, Isu Israel Jadi Sorotan

Isu tersebut sebelumnya menjadi salah satu titik perdebatan dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan antara El-Sayed dan anggota DPR AS Haley Stevens.

El-Sayed berhasil mengalahkan Stevens dengan selisih tipis.

Stevens kemudian menyatakan dukungan kepada mantan rivalnya itu. Namun, tunangannya, Jason Turkish, mengatakan kepada The Detroit News pada Rabu bahwa dirinya berencana mendukung Rogers karena menilai El-Sayed merupakan seorang antisemit.

Stevens menanggapi pernyataan tersebut dalam wawancara dengan CNN.

“Seperti banyak keluarga di Amerika, keluarga kami juga terbelah,” katanya.

Meski demikian, Stevens menegaskan bahwa dirinya tetap menginginkan kemenangan bagi kandidat resmi Partai Demokrat.

“Saya masih sangat ingin calon resmi Demokrat kami—namanya Abdul—memenangkan pemilihan ini,” ujarnya.

Namun, Stevens memperingatkan bahwa El-Sayed berisiko kehilangan dukungan dari banyak pemilih kulit hitam dan Yahudi yang sebelumnya memilihnya dalam pemilihan pendahuluan.

Ia juga mendesak El-Sayed secara terbuka menolak sebuah iklan yang dibuat Rebellion PAC, kelompok politik independen berhaluan kiri. Iklan tersebut menghubungkan dukungan AS terhadap Israel dengan tingginya harga bahan makanan.

El-Sayed mengatakan dirinya berkomitmen menjaga keselamatan komunitas Yahudi sebagaimana komunitas lainnya.

“Saya berkomitmen terhadap keselamatan komunitas Yahudi sebagaimana saya berkomitmen terhadap keselamatan semua komunitas,” katanya.

Ia juga mengambil jarak dari iklan tersebut dengan menyatakan bahwa materi itu tidak berkaitan dengan kampanyenya dan bukan isu yang ingin dibicarakannya saat ini. Namun, ia tidak secara langsung menanggapi substansi iklan tersebut.

Stevens menilai El-Sayed masih memiliki kesempatan untuk meredakan kekhawatiran para pemilih yang belum menentukan pilihan.

“Dia bisa melakukan hal yang benar. Dia bisa menolak iklan-iklan tersebut dan meyakinkan para pemilih yang masih belum menentukan pilihan,” kata Stevens kepada CNN.

Trump Singgung Epstein, Kembali Puji Kandidat Republik

Dalam kampanye di Ohio, Trump juga menyinggung Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual yang pernah memiliki hubungan sosial dengan sejumlah tokoh berpengaruh.

Trump menyatakan bahwa dirinya telah mengusir Epstein dari klub pribadinya, Mar-a-Lago.

“Itu adalah hal hebat yang saya lakukan, harus saya katakan,” ujar Trump.

Ia kemudian menambahkan, “Saya mengusir Jeffrey Epstein dari Mar-a-Lago.”

Setelah itu, Trump segera mengalihkan pembicaraan untuk memuji penampilan fisik Senator Ohio Jon Husted.

Dalam sejumlah kampanye, Trump kerap melontarkan pujian terhadap penampilan fisik para politikus Partai Republik. Ia juga berulang kali membicarakan Husted, yang pernah bermain sepak bola saat kuliah, bahkan ketika topik kampanyenya berkaitan dengan persoalan lain.

Husted tengah menghadapi tantangan dari mantan Senator Demokrat Ohio Sherrod Brown.

Trump juga kembali mengkritik pendahulunya, Obama, yang sebelumnya menyindir gaya renovasi Gedung Putih di bawah pemerintahan Trump.

Trump menilai Obama tidak memahami pentingnya kebersihan dan perawatan bangunan, termasuk kondisi bagian luar gedung serta trotoar yang rusak.

“Gedung Putih sekarang lebih indah daripada sebelumnya,” kata Trump membela renovasi yang dilakukannya.

Obama Balas Kritik: Mereka Bukan Orang Serius

Obama juga menghadapi kritik setelah komentarnya mengenai renovasi Gedung Putih menjadi perbincangan pada akhir pekan sebelumnya.

Ia menyindir dekorasi mewah yang ditambahkan Trump ke Gedung Putih dengan membandingkannya dengan gambaran bahwa “Saddam Hussein membuka restoran Cheesecake Factory”.

Pada Rabu, Obama kembali menanggapi kontroversi tersebut saat berkampanye di Georgia.

“Mereka bukan orang-orang yang serius. Mereka tidak memiliki solusi untuk persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat,” kata Obama, merujuk kepada Trump dan sejumlah tokoh senior Partai Republik.

Obama kemudian menanggapi kritik atas pernyataannya dengan nada bercanda, mengingat kebiasaannya mengunjungi restoran-restoran keluarga Amerika.

“Saya menghabiskan waktu di Chuck E. Cheese, California Pizza Kitchen, dan Cheesecake Factory—itulah tempat favorit saya selama sekitar satu dekade,” ujarnya.

Dalam acara yang sama, Senator Jon Ossoff mengarahkan kritiknya pada dugaan pemanfaatan jabatan presiden oleh Trump untuk menguntungkan bisnis keluarganya.

Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa Trump telah menyerahkan kendali bisnisnya kepada kedua putranya.

Namun, Ossoff menilai hubungan antara jabatan politik dan kepentingan bisnis keluarga Trump tetap menjadi persoalan serius.

“Di Washington dan Mar-a-Lago, kita menyaksikan tontonan praktik mencari keuntungan pribadi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika,” kata Ossoff.

“Belum pernah ada upaya yang begitu minim untuk menutupi begitu banyak korupsi,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan etika pemerintahan, biaya hidup, dan perang di Iran menjadi bagian penting dari pertarungan pesan politik menjelang pemilu.

Dengan Trump mengerahkan kekuatan kampanye Partai Republik dan Obama kembali tampil sebagai juru kampanye utama Demokrat, pemilihan paruh waktu kali ini menjadi ujian bagi dukungan publik terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa sekaligus masa depan kedua partai di panggung politik Amerika.

Sumber: Associated Press (AP)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemilu AS #Donald Trump #Barack Obama