Redaksi
Redaksi

Kamis, 29 Oktober 2026 11:11

Trump dan Obama Panaskan Persaingan Jelang Pemilu AS, Saling Serang di Panggung Kampanye

Trump dan Obama Panaskan Persaingan Jelang Pemilu AS, Saling Serang di Panggung Kampanye

Trump dan Obama memanaskan persaingan jelang pemilu AS melalui kampanye di sejumlah negara bagian. Keduanya saling melontarkan kritik dan sindiran politik.

Pekan lalu, ia mengarahkan Departemen Kehakiman AS untuk mengajukan gugatan yang lebih dahulu mempersoalkan hasil pemilihan Senat di Alaska jika kandidat Partai Demokrat, Mary Peltola, berhasil mengalahkan petahana dari Partai Republik, Senator Dan Sullivan.

Persoalan tersebut berkaitan dengan keikutsertaan kandidat lain yang memiliki nama sama dengan Dan Sullivan.

Saat berbicara kepada wartawan sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One menuju Ohio, Trump mendesak Peltola agar mengundurkan diri dari persaingan. Ia juga memperingatkan bahwa Peltola berpotensi menghadapi tuntutan pidana.

Pernyataan Trump muncul setelah The New York Times melaporkan bahwa tim kampanye Peltola terlibat dalam upaya merekrut kandidat kedua bernama Dan Sullivan.

Trump menyebut dugaan tersebut sebagai “kecurangan pemilu pada tingkat tertinggi”.

“Pada akhirnya, ternyata itu adalah skema yang dibuat Partai Demokrat. Itulah yang paling mereka kuasai: mereka curang,” kata Trump.

Namun, tim kampanye Peltola membantah tuduhan tersebut.

Dalam pernyataannya, tim kampanye menegaskan bahwa mereka “tidak terlibat dengan kampanye Sullivan mana pun”.

Persoalan tersebut menambah panas persaingan politik menjelang pemilu, terutama karena Trump telah menunjukkan kesediaannya menggunakan jalur hukum untuk mempersoalkan kemungkinan hasil yang tidak menguntungkan Partai Republik.

Persaingan Senat Michigan Dibayangi Tuduhan Antisemitisme

Selain Alaska, persaingan pemilihan Senat di Michigan juga menjadi perhatian. Kandidat Demokrat Abdul El-Sayed menghadapi kandidat Partai Republik Mike Rogers dalam kontestasi yang dibayangi perdebatan mengenai antisemitisme dan sikap terhadap Israel.

Trump meningkatkan retorika anti-Muslimnya terhadap El-Sayed, yang pada Rabu berkampanye di Wyandotte, kawasan di luar Detroit.

Dalam acara tersebut, El-Sayed menilai serangan terhadap identitas dan namanya digunakan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan yang lebih penting.

“Mereka ingin menunjuk saya dan nama saya. Mereka melakukan ini karena berusaha mengalihkan perhatian kita,” katanya.

El-Sayed juga menekankan karakter masyarakat Michigan yang menurutnya terbuka terhadap perbedaan agama.

“Warga Michigan memiliki hati yang besar. Kita berpikiran terbuka. Kita tidak terlalu mempersoalkan bagaimana seseorang berdoa, tetapi lebih peduli pada apa yang mereka doakan,” ujarnya.

Partai Republik menuduh El-Sayed memiliki sikap antisemit, tuduhan yang dibantah oleh kandidat Demokrat tersebut.

Senator Partai Republik dari Texas, Ted Cruz, yang juga kerap disebut sebagai salah satu kandidat potensial dalam pemilihan presiden 2028, berkampanye bersama Rogers di Birmingham, Michigan.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Republican Jewish Coalition.

Cruz menyebut antisemitisme sebagai “racun yang sedang mengoyak negara ini”. Ia juga menuduh Partai Demokrat mulai dikuasai oleh kelompok yang ia sebut sebagai “komunis dan Islamis yang mengakuinya sendiri”.

Dalam acara itu, sejumlah pemilih mengaku telah mendukung Partai Demokrat sepanjang hidup mereka, tetapi kini berencana memilih Partai Republik untuk pertama kalinya karena pernyataan El-Sayed pada tahun sebelumnya.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan serangan seorang pria terhadap sebuah sinagoge di pinggiran Detroit.

Saat itu, El-Sayed menghubungkan serangan tersebut dengan tindakan Israel di Timur Tengah dan mengatakan, “Orang-orang yang terluka akan melukai orang lain.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemilu AS #Donald Trump #Barack Obama