Mahfuz Sidik Ungkap Makna Sumpah Pemuda bagi Perjalanan Tujuh Tahun Partai Gelora
28 Oktober 2026 11:11
Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Luwu Utara pada Tahun Anggaran 2026 tersebut diperuntukkan bagi 70 orang penerima manfaat, dengan total nilai bantuan sebesar Rp35.000.000.
LUWU UTARA, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Luwu Utara, Rabu (28/10/2026).

Upacara yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Luwu Utara, H. Jumail Mappile, S.IP., M.Si., selaku pembina upacara. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah, Ketua DPRD Luwu Utara, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI/Polri, para pelajar, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.
Dalam sambutan itu disampaikan bahwa ikrar Sumpah Pemuda yang lahir dari semangat persatuan merupakan janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, yaitu Indonesia.

Semangat tersebut, lanjutnya, harus terus hidup dan diwujudkan dalam karakter setiap generasi penerus bangsa, bukan sekadar menjadi kenangan sejarah.
“Saudara-saudaraku, kita ingin membangun Indonesia yang maju. Namun, kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian petikan sambutan yang dibacakan Wakil Bupati.
Melalui tema peringatan tahun ini, para pemuda Indonesia diajak untuk menumbuhkan tiga karakter utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati.
Patriotik berarti mencintai Indonesia tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui pengabdian dan tindakan nyata. Gigih berarti tidak menyerah saat menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, serta terus berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Sementara itu, berempati berarti tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga mampu merasakan kesulitan orang lain dan hadir memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian pesan dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI.
Kepada para pemuda, disampaikan pula ajakan untuk berani bermimpi, bekerja keras, menjadi pribadi yang kuat tanpa kehilangan kelembutan hati, serta berani memimpin sekaligus bersedia melayani.
Setiap ilmu, karya, dan pengorbanan diharapkan menjadi bukti nyata kecintaan terhadap Indonesia. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mampu berdiri tegak untuk bangsanya, tetapi juga bersedia mengulurkan tangan kepada sesama.
“Karena masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, melainkan sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan penutup sambutan tersebut.
Dirangkaikan dengan Penyerahan Bantuan Permakanan bagi 70 Anak Terlantar
Selain upacara peringatan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penerimaan bantuan pemenuhan kebutuhan pokok atau permakanan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), khususnya anak terlantar di luar panti atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Kabupaten Luwu Utara.
Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Luwu Utara pada Tahun Anggaran 2026 tersebut diperuntukkan bagi 70 orang penerima manfaat, dengan total nilai bantuan sebesar Rp35.000.000.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak-anak terlantar, sekaligus bentuk perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap semangat patriotisme, kegigihan, dan empati dapat terus tumbuh, tidak hanya di kalangan generasi muda, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat melalui kepedulian dan tindakan nyata.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia tidak cukup hanya dengan cita-cita besar, tetapi juga membutuhkan persatuan, kerja keras, serta kepedulian terhadap sesama demi mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik.
28 Oktober 2026 11:11
28 Oktober 2026 11:02
27 Oktober 2026 23:19
27 Oktober 2026 22:17
28 Oktober 2026 11:06
28 Oktober 2026 11:11
28 Oktober 2026 11:02