Mahfuz Sidik Ungkap Makna Sumpah Pemuda bagi Perjalanan Tujuh Tahun Partai Gelora
28 Oktober 2026 11:11
Kontroversi Mao Zedong menyeret Kylian Mbappé ke pusaran kecaman di China. Tiga merek memutus kontrak, sementara La Liga berupaya meredam dampaknya.
BUKAMATANEWS - Bintang sepak bola Kylian Mbappé menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya yang diduga menyebut Mao Zedong, tokoh pendiri Republik Rakyat China, sebagai seorang diktator. Pernyataan tersebut menuai kecaman dan membuat sedikitnya tiga perusahaan China mengakhiri kerja sama komersial dengan pemain tersebut.

“Komentar saya tidak dipertimbangkan dengan baik, dan sekarang saya memahami bahwa hal itu telah menyakiti banyak orang di China serta komunitas China di seluruh dunia,” kata Mbappé dalam sebuah pernyataan pada Selasa.
“Saya meminta maaf kepada semua orang yang merasa tersinggung oleh perkataan saya. Hal ini sama sekali bukan niat saya. Saya sangat menghormati rakyat China dan sejarah mereka, dan saya dengan tulus meminta maaf,” ujarnya.
Insiden ini menjadi kasus terbaru yang menunjukkan bagaimana China memanfaatkan kekuatan ekonominya untuk mendorong perusahaan maupun individu asing meminta maaf atas pernyataan yang dianggap menyinggung negara tersebut.

Pada 2019, stasiun televisi pemerintah China menghentikan siaran pertandingan NBA setelah Daryl Morey, yang saat itu menjabat sebagai manajer umum Houston Rockets, mengunggah cuitan yang menyatakan dukungan terhadap demonstran antipemerintah di Hong Kong.
Wajah Mbappé selama ini menghiasi berbagai iklan di China, mulai dari stasiun kereta bawah tanah hingga bagian dalam lift.
Namun, pada Selasa, produsen minuman Dongpeng, raksasa industri susu Mengniu, dan produsen keju Milkground mengumumkan penghentian kerja sama dengan bintang sepak bola tersebut. Ketiganya mengeluarkan pernyataan dengan redaksi serupa dan menegaskan penolakan terhadap “segala perkataan dan tindakan yang menyakiti perasaan nasional.”
Perusahaan-perusahaan tersebut tidak merinci alasan di balik keputusan mereka. Namun, pernyataan itu muncul setelah sebuah cuplikan video yang diduga memperlihatkan Mbappé diwawancarai sebelum tampil dalam acara bincang-bincang daring Prancis berjudul The Bridge beredar di platform X.
Asosiasi Sepak Bola China juga mengeluarkan pernyataan pada Selasa. Mereka menyebut telah “mengajukan protes keras” kepada Real Madrid dan menuntut agar Mbappé serta klubnya “menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan resmi.”
Asosiasi tersebut menegaskan penolakannya terhadap “segala pernyataan yang menyakiti perasaan rakyat China.”
China Media Group turut mengumumkan penghentian sementara siaran pertandingan liga sepak bola Spanyol, La Liga, serta pertandingan lain yang menampilkan Mbappé. Konglomerasi media itu juga menarik iklan yang menampilkan sang pemain dan menuntut permintaan maaf dari Mbappé maupun Real Madrid.
Liga sepak bola Spanyol bergerak cepat untuk melindungi bisnis penyiarannya di China.
Dalam sebuah pernyataan, La Liga mengatakan pihaknya “sangat menyesalkan ketersinggungan yang dirasakan penggemar China akibat komentar terbaru Mbappé.”
La Liga menegaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan Mbappé dalam kapasitas pribadi dan tidak mewakili sikap liga.
Pihak liga juga menyatakan akan menyusun sebuah “protokol komunikasi” bagi para pemain dan klub, sembari bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di China untuk mencegah insiden serupa terulang.
Presiden La Liga, Javier Tebas, kemudian mengungkapkan melalui platform X pada Selasa bahwa dirinya telah bertemu dengan Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, guna membahas dampak pernyataan Mbappé dan mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
Tebas menegaskan komitmen La Liga untuk mempertahankan kemitraannya dengan China, termasuk perjanjian strategis dengan liga sepak bola China yang berlaku hingga 2029 serta kerja sama dengan China Media Group.
“Komitmen kami adalah terus bekerja sama agar satu insiden yang melibatkan individu tidak merusak kemajuan penting yang telah dicapai maupun berdampak pada jutaan penggemar China yang mengikuti kompetisi kami. China adalah dan akan tetap menjadi mitra strategis bagi La Liga,” kata Tebas.
Kontroversi bermula dari sebuah cuplikan video ketika Mbappé ditanya mengenai meme favorit yang menampilkan dirinya.
Dalam video tersebut, sang pemain menjawab bahwa meme favoritnya adalah “video yang dibuat seseorang tentang seorang pria ... saya rasa dia seorang diktator China.”
Setelah pernyataan itu, video menampilkan gambar hasil manipulasi yang memperlihatkan wajah Mbappé ditempelkan pada tubuh Mao Zedong yang mengenakan setelan biru.
Di kalangan penggemar sepak bola di internet, Mbappé kerap dijadikan bahan lelucon sebagai seorang diktator. Hal ini berkaitan dengan anggapan bahwa pengaruh dan popularitasnya begitu besar hingga mampu mengungguli banyak rekan setim, bahkan klub yang dibelanya.
Meme yang menggambarkan Mbappé sebagai Mao Zedong atau pemimpin otoriter lainnya pun beredar luas di media sosial.
Mao Zedong merupakan tokoh revolusioner yang memimpin Partai Komunis China pada masa-masa awal yang krusial. Ia berhasil memenangkan perang saudara melawan Partai Nasionalis yang berkuasa saat itu dan kemudian mendirikan Republik Rakyat China modern.
Hingga kini, Mao masih dihormati oleh banyak orang di China. Namun, kepemimpinannya juga meninggalkan warisan sejarah yang kompleks akibat pemerintahan otoriter dan berbagai kebijakan kontroversial.
Salah satunya adalah program Lompatan Jauh ke Depan (Great Leap Forward), sebuah proyek industrialisasi yang berujung pada bencana kelaparan. Peristiwa tersebut diperkirakan menewaskan sekitar 30 juta orang.
Menanggapi kontroversi tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan bahwa “perkataan dan tindakan yang menyakiti perasaan rakyat China secara alami akan mendapat penolakan bersama dari berbagai kalangan masyarakat China.”
Platform media sosial RedNote turut menyampaikan kritik melalui pernyataan terpisah.
Perusahaan tersebut menjelaskan bahwa kemitraan konten dengan Mbappé telah berakhir pada 31 Desember 2024. RedNote menyatakan akan “menghapus materi promosi terkait” dan menolak “segala tindakan yang menyakiti perasaan nasional.”
Akun Mbappé di RedNote juga dibatasi sehingga tidak dapat menerima pengikut baru pada Selasa.
Selama ini, Mbappé tampil dalam berbagai kampanye iklan di China untuk beragam produk, mulai dari minuman elektrolit hingga susu dan keju.
Dalam salah satu iklan Dongpeng, Mbappé menyampaikan slogan dalam bahasa Mandarin. Sementara itu, dalam iklan Mengniu, ia tampil bersama bintang sepak bola Argentina, Lionel Messi.
Di media sosial China, sejumlah warganet melontarkan kritik terhadap pemain tersebut.
Tagar “Dongpeng mengakhiri kerja sama dengan Mbappé” dan “Sejumlah merek mengakhiri kerja sama dengan Mbappé” menduduki posisi teratas dalam daftar tren Weibo.
Tagar “Penggemar sepak bola memboikot Mbappé” juga menjadi perbincangan populer. Sejumlah pengguna media sosial mengungkapkan kemarahan atas komentarnya, sementara yang lain meminta agar Mbappé tidak datang ke China.
Laporan ini turut disumbangkan oleh produser video Associated Press di Beijing, Olivia Zhang; penulis Joseph Wilson di Barcelona; serta penulis Didi Tang di Washington.
28 Oktober 2026 11:11
27 Oktober 2026 23:19
27 Oktober 2026 22:17
28 Oktober 2026 11:06
28 Oktober 2026 11:11
28 Oktober 2026 11:02