Laba BCA Tumbuh 4,2 Persen, Kredit Tembus Rp1.063 Triliun
27 Oktober 2026 23:19
Empat nama mencuat dalam bursa Ketua DPD II Golkar Makassar periode 2026–2031, yakni Rahman Bando, Aliyah Mustika Ilham, Andi Nurhaldin, dan Andi Suharmika. Supriansa menegaskan penentuan ketua menunggu mekanisme partai.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Bursa calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar periode 2026–2031 mulai menghangat. Empat nama dengan latar belakang berbeda mencuat dalam dinamika internal partai berlambang pohon beringin tersebut, yakni Rahman Bando, Aliyah Mustika Ilham, Andi Nurhaldin NH, dan Andi Suharmika Hasir.

Keempat figur itu memiliki pengalaman di bidang pemerintahan, organisasi kepemudaan, hingga legislatif. Kemunculan mereka menambah dinamika menjelang pergantian kepemimpinan Golkar Makassar untuk lima tahun mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Makassar, Supriansa, membenarkan bahwa nama-nama tersebut mulai diperbincangkan dalam dinamika internal partai.
“Iya, benar. Nama-nama itu memang muncul. Kita tunggu proses dan mekanisme partai selanjutnya,” kata Supriansa.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembicaraan mengenai sejumlah figur belum menjadi penetapan calon resmi. Golkar Makassar masih harus melalui tahapan organisasi sebelum menentukan sosok yang akan memimpin partai periode 2026–2031.
Empat Figur dengan Modal Berbeda
Nama Rahman Bando menjadi salah satu yang masuk dalam bursa. Birokrat purnabakti tersebut memiliki pengalaman di lingkungan pemerintahan yang dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam dinamika pencalonan.
Berikutnya, Aliyah Mustika Ilham yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Makassar. Pengalamannya di pemerintahan daerah membuat namanya turut diperhitungkan dalam pembicaraan mengenai kepemimpinan Golkar di tingkat kota.
Sementara itu, Andi Nurhaldin NH dikenal sebagai Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan. Pengalaman dalam organisasi kepemudaan menjadi salah satu latar belakangnya dalam dinamika regenerasi dan konsolidasi kader Golkar.
Adapun Andi Suharmika Hasir menjabat Wakil Ketua DPRD Makassar. Pengalamannya di lembaga legislatif memberinya pemahaman mengenai dinamika politik parlemen, hubungan antarkelompok politik, serta proses memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui kebijakan daerah.
Perbedaan latar belakang keempat figur tersebut menghadirkan sejumlah pilihan bagi Golkar Makassar. Namun, jabatan dan pengalaman saja belum menentukan hasil akhir. Dukungan kader, kemampuan mengonsolidasikan organisasi, serta kesesuaian dengan persyaratan dan mekanisme partai juga menjadi faktor penting.
Kepemimpinan Baru Dihadapkan pada Tantangan Konsolidasi
Pergantian ketua DPD II Golkar Makassar menjadi momentum penting bagi partai untuk memperkuat organisasi dan mempersiapkan strategi menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ketua terpilih nantinya akan menghadapi tantangan menjaga soliditas kader, mengaktifkan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput, serta memperluas komunikasi dengan masyarakat.
Konsolidasi internal juga menjadi pekerjaan penting. Dinamika dukungan selama proses pemilihan perlu dikelola agar tidak berkembang menjadi perpecahan setelah ketua baru ditetapkan.
Di sisi lain, Golkar Makassar perlu menyiapkan strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing politiknya, termasuk dalam pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah berikutnya.
Kemampuan merangkul kader lintas generasi, menjaga komunikasi antarpengurus, dan membangun program organisasi yang berkelanjutan akan menjadi bagian dari tantangan kepemimpinan periode 2026–2031.
Meski empat nama telah mencuat, peta persaingan masih dapat berubah seiring perkembangan proses internal partai. Belum ada kepastian bahwa seluruh figur tersebut akan maju sebagai calon resmi.
Sikap Supriansa yang meminta semua pihak menunggu mekanisme partai menunjukkan bahwa penentuan ketua baru masih bergantung pada tahapan organisasi yang berlaku.
Dengan demikian, persaingan menuju kursi Ketua Golkar Makassar tidak hanya berkaitan dengan figur yang muncul, tetapi juga kemampuan partai menjalankan proses pergantian kepemimpinan secara tertib dan menjaga soliditas organisasi.
27 Oktober 2026 23:19
27 Oktober 2026 21:29
27 Oktober 2026 21:18
27 Oktober 2026 16:27
27 Oktober 2026 16:02
27 Oktober 2026 16:15
27 Oktober 2026 15:56
27 Oktober 2026 16:39