Semarak HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Bedah 419 Rumah hingga Nikah Massal Gratis
28 Oktober 2026 16:11
Departemen Kehakiman AS gagal mendakwa Cassidy Hutchinson, saksi kunci kasus kerusuhan Capitol 6 Januari 2021 yang melibatkan Presiden Donald Trump.
WASHINGTON — Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Selasa gagal memperoleh persetujuan dakwaan dari grand jury atau juri agung terhadap Cassidy Hutchinson, mantan staf Gedung Putih yang pernah memberikan kesaksian kontroversial mengenai Presiden Donald Trump di hadapan komite DPR AS yang menyelidiki kerusuhan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.

Dua sumber yang mengetahui perkara tersebut mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa juri agung di Washington menolak permintaan jaksa untuk menetapkan dakwaan terhadap Hutchinson. Kedua sumber meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang membicarakan kasus tersebut kepada publik.
Penolakan ini menjadi kemunduran terbaru bagi Departemen Kehakiman dalam upayanya meyakinkan juri agung di ibu kota AS untuk menyetujui penanganan sejumlah perkara sensitif secara politik.
Rincian tuduhan yang diajukan jaksa terhadap Hutchinson belum diketahui secara jelas. Namun, sejumlah anggota Partai Republik sebelumnya menuduh Hutchinson memberikan kesaksian palsu di bawah sumpah saat tampil pada 2022.

Dalam kesaksiannya, Hutchinson mengungkap sejumlah peristiwa terkait perilaku Trump pada 6 Januari 2021, ketika massa pendukung presiden saat itu menyerbu Gedung Capitol untuk menghentikan pengesahan hasil pemilihan presiden yang dimenangkan kandidat Partai Demokrat, Joe Biden.
Upaya mendakwa Hutchinson bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Langkah tersebut merupakan bagian dari serangkaian tindakan Departemen Kehakiman terhadap sejumlah pihak yang dianggap sebagai lawan politik Trump menjelang pemilihan paruh waktu atau midterm elections pekan depan.
Langkah lainnya mencakup upaya baru untuk menuntut mantan Direktur FBI James Comey serta penggeledahan oleh agen federal di kediaman anggota DPR AS dari Partai Demokrat asal Minnesota, Ilhan Omar, yang dikenal sebagai pengkritik vokal Trump.
Penolakan juri agung untuk menyetujui dakwaan merupakan kejadian yang sangat jarang. Namun, Departemen Kehakiman di bawah pemerintahan Trump telah menghadapi sejumlah penolakan dalam kasus-kasus besar di ibu kota AS.
Awal tahun ini, juri agung di Washington juga menolak mendakwa sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat terkait video yang mereka buat. Dalam video tersebut, para anggota parlemen mengimbau personel militer AS untuk mengikuti prosedur militer yang berlaku dan menolak perintah yang mereka yakini melanggar hukum.
Hutchinson menolak memberikan komentar melalui pengacaranya pada Selasa.
Kesaksian Hutchinson Ungkap Kemarahan Trump pada 6 Januari
Kesaksian Hutchinson disampaikan dalam sidang khusus yang diumumkan hanya 24 jam sebelumnya. Saat itu, keterangannya dinilai sangat kuat karena kedekatannya dengan pusat kekuasaan di Gedung Putih. Hutchinson menjabat sebagai asisten khusus Mark Meadows, kepala staf Gedung Putih pada masa pemerintahan Trump.
Dalam kesaksiannya, Hutchinson menggambarkan Trump sebagai sosok yang marah dan menantang situasi ketika berusaha mengizinkan para demonstran bersenjata melewati pemeriksaan keamanan dalam sebuah rapat umum pada pagi 6 Januari 2021.
Rapat umum tersebut digelar untuk memprotes kekalahan Trump dalam pemilihan presiden 2020.
Hutchinson juga menyampaikan bahwa Trump kemudian berusaha meraih kemudi kendaraan SUV kepresidenan ketika petugas Dinas Rahasia AS (Secret Service) menolak mengantarnya ke Gedung Capitol.
Ketika situasi di Capitol semakin tidak terkendali dan massa meneriakkan seruan “Gantung Mike Pence”, Hutchinson bersaksi bahwa Trump menolak turun tangan untuk menghentikan kerusuhan.
Mike Pence saat itu menjabat sebagai wakil presiden AS.
Trump membantah sebagian besar keterangan Hutchinson melalui platform media sosialnya, Truth Social. Ia menyebut Hutchinson sebagai “orang yang benar-benar palsu” dan “pembawa masalah”.
Keterangan Hutchinson mengenai insiden di dalam kendaraan SUV kepresidenan menjadi bagian paling kontroversial dari kesaksiannya.
Namun, dalam sidang tersebut, Hutchinson mengakui bahwa informasi mengenai insiden itu berasal dari cerita seorang pejabat keamanan Gedung Putih. Ia tidak menyaksikan kejadian tersebut secara langsung karena tidak berada di lokasi.
Kesaksian Dipertanyakan, Sejumlah Detail Dikonfirmasi
Keterangan Hutchinson segera menuai bantahan.
Pada Maret 2024, anggota DPR dari Partai Republik merilis transkrip wawancara yang sebelumnya belum dipublikasikan. Wawancara itu dilakukan oleh komite khusus DPR yang menyelidiki serangan 6 Januari terhadap seorang petugas Secret Service yang mengemudikan SUV kepresidenan.
Transkrip tersebut membantah beberapa bagian kesaksian Hutchinson, tetapi juga menguatkan aspek lain dari keterangannya, termasuk upaya Trump untuk mendatangi lokasi kerusuhan di Gedung Capitol.
Pengemudi tersebut menggambarkan Trump sebagai sosok yang bersikeras ingin pergi ke Capitol. Namun, ia mengatakan tidak melihat pertengkaran seperti yang diceritakan Hutchinson.
Pengemudi itu menyatakan Trump “tidak pernah meraih kemudi” dan menambahkan, “Saya tidak melihatnya, Anda tahu, berusaha menerjang untuk masuk ke kursi depan sama sekali.”
Hutchinson juga pernah mengungkapkan bahwa sejumlah orang dalam lingkaran terdekat Trump menawarkan peluang pekerjaan dan bantuan keuangan ketika dirinya bekerja sama dengan komite penyelidikan DPR.
Dalam wawancara tertutup yang kemudian dirilis oleh komite tersebut, Hutchinson bersaksi bahwa mantan pengacaranya, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai penasihat etika di Gedung Putih pada masa pemerintahan Trump, pernah mengatakan kepadanya, “Semakin sedikit yang Anda ingat, semakin baik.”
“Rasanya konyol, karena dalam hati saya tahu kepada siapa loyalitas saya berpihak, dan loyalitas saya berpihak pada kebenaran. Saya tidak pernah ingin menyimpang dari hal itu,” kata Hutchinson kepada komite.
Mantan pengacara Hutchinson membantah keterangan tersebut.
Trump Pernah Dimakzulkan atas Serangan Capitol
Pada 2021, DPR AS memakzulkan Trump atas tuduhan menghasut massa yang menyerang Gedung Capitol. Namun, Trump kemudian dibebaskan dalam persidangan pemakzulan di Senat.
Departemen Kehakiman di bawah pemerintahan Joe Biden selanjutnya mendakwa Trump atas sejumlah tindak pidana berat. Trump dituduh berupaya secara ilegal membatalkan hasil kekalahannya dalam pemilihan presiden 2020 menjelang serangan terhadap Capitol.
Namun, Jack Smith, yang saat itu menjabat sebagai penasihat khusus Departemen Kehakiman, menghentikan penanganan perkara tersebut setelah Trump memenangkan pemilihan presiden 2024.
Kebijakan lama Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa presiden yang sedang menjabat tidak dapat dituntut secara pidana.
Hutchinson berasal dari Pennington, New Jersey. Sebelum memberikan kesaksian yang menjadi sorotan nasional, ia pernah bekerja di Kantor Urusan Legislatif Gedung Putih dan menjalani program magang dengan sejumlah politikus Partai Republik, termasuk anggota DPR Steve Scalise dari Louisiana dan Senator Ted Cruz dari Texas.
(Sumber: Associated Press/AP)
28 Oktober 2026 16:11
28 Oktober 2026 16:05
28 Oktober 2026 15:53
28 Oktober 2026 15:47
28 Oktober 2026 11:11
28 Oktober 2026 11:11
28 Oktober 2026 11:06
28 Oktober 2026 11:02
28 Oktober 2026 15:42
28 Oktober 2026 15:47