Uang Rp3,35 Miliar, Emas, hingga Kripto Disita KPK dalam Kasus Dana Bencana BNPB
16 Oktober 2026 19:52
Partai Gelora Indonesia meluncurkan Nusantara Bisnis Academy untuk mencetak wirausaha baru, memperkuat UMKM, serta mendorong pelaku usaha naik kelas melalui pelatihan dan pendampingan bisnis.
JAKARTA, BUKAMATANEWS — Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan melalui peluncuran program Nusantara Bisnis Academy. Program ini dirancang untuk membina calon pengusaha sekaligus membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengembangkan bisnis agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Program tersebut diperkenalkan dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kewirausahaan bertajuk Start Your Business: Langkah Awal Menjadi Pengusaha Sukses yang digelar Selasa (13/10/2026) malam.
Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora, Muhammad Zuhrif Hudaya, bersama Wakil Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis, Arifin Wicaksono, memaparkan pentingnya pembekalan pengetahuan dan pendampingan bisnis bagi calon wirausahawan maupun pengusaha yang telah menjalankan usahanya.
Zuhrif mengatakan, program tersebut menyasar dua kelompok utama. Pertama, masyarakat yang belum memiliki usaha tetapi ingin memulai bisnis. Kedua, pelaku usaha yang sudah berjalan dan membutuhkan pendampingan untuk mengembangkan skala bisnisnya.

“Pertama, kita menyasar individu yang belum memiliki bisnis agar mereka tahu bagaimana langkah awal memulainya. Kedua, bagi mereka yang bisnisnya sudah berjalan—sekecil apa pun itu,” kata Zuhrif dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Menurut dia, pelaku usaha tidak cukup hanya mampu mempertahankan bisnis. Mereka juga perlu dibekali kemampuan untuk memperkuat fondasi usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan skala bisnis agar dapat tumbuh dalam jangka panjang.
Nusantara Bisnis Academy Siapkan Pembinaan Berkelanjutan
Zuhrif menjelaskan, Nusantara Bisnis Academy disiapkan sebagai wadah pembinaan, pembelajaran, dan pengembangan jejaring komunitas bisnis bagi para pelaku usaha di berbagai daerah.
Melalui program ini, Partai Gelora ingin mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang memungkinkan calon pengusaha dan pelaku UMKM saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, serta memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam mengelola usaha.
Wakil Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora, Arifin Wicaksono, menambahkan bahwa keberanian memulai bisnis harus diimbangi dengan penguasaan dasar-dasar manajemen usaha.
Menurutnya, peluang pasar di Indonesia cukup beragam. Namun, pelaku usaha tetap perlu memahami perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, dan organisasi agar mampu menghadapi persaingan.
“Memulai bisnis memang butuh keberanian, tetapi keberanian saja tidak cukup tanpa didasari konsep dan ilmu pengetahuan yang memadai. Sering kali pengusaha terjebak pada keahlian teknis semata—seperti hanya jago jualan atau jago produksi—tetapi lemah dalam tata kelola keuangan dan organisasi,” terang Arifin.
Ia menjelaskan, materi Nusantara Bisnis Academy mencakup sejumlah aspek fundamental, mulai dari riset pasar (market research), pengembangan produk, manajemen keuangan, hingga pengelolaan sumber daya manusia (SDM).
Penguasaan aspek-aspek tersebut diharapkan membantu pelaku usaha membangun fondasi bisnis yang lebih kuat sebelum memperluas skala usahanya (scale up).
Pelaku Usaha Daerah Sampaikan Tantangan Bisnis
Dalam kajian tersebut, peserta dari berbagai daerah turut menyampaikan studi kasus dan peluang usaha sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
Muhammad Zafar Henan dari DPW Partai Gelora Maluku, misalnya, mengangkat peluang bisnis perantara logistik bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan transportasi antarpulau di Ambon. Ia juga memaparkan potensi pengembangan lahan seluas 1,5 hektare untuk proyek rumah subsidi.
Sementara itu, Khairul Baki dari DPD Partai Gelora Jayapura menyoroti tantangan yang dihadapi pengusaha lokal, khususnya di Papua, dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.
Ia menilai kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas banyak pulau, panjangnya rantai distribusi, serta tingginya biaya operasional menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha di daerah.
Khairul juga menyoroti persoalan birokrasi perizinan, beban pajak, dan biaya tidak terduga yang menurutnya dapat menambah beban usaha. Kondisi tersebut dinilai semakin menyulitkan pengusaha bermodal kecil untuk bersaing dengan pelaku usaha yang memiliki sumber daya lebih besar.
“Makanya pengusaha-pengusaha di Indonesia ini kan cuma berapa juta saja dari jumlah total keseluruhan penduduk Indonesia. Maka berbisnis itu sebuah keputusan dan keberanian. Rumit birokrasinya, susah untuk ekspansi dan tinggi pajaknya. Ini menurunkan orientasi orang mau berbisnis,” kata Khairul.
Berbagai masukan dari peserta tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan pelaku usaha tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap strategi bisnis, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko.
Kurikulum Disiapkan untuk Pelatihan Tatap Muka
Menanggapi berbagai tantangan tersebut, Zuhrif mengatakan pihaknya akan melanjutkan pembekalan mengenai kompetensi bisnis dan fondasi usaha, termasuk materi pelatihan investasi.
Ia menilai kompetensi investor perlu diimbangi dengan kemampuan pengusaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnis. Dengan begitu, hubungan antara pemilik modal dan pelaku usaha dapat dibangun melalui pemahaman yang lebih baik serta tujuan pengembangan usaha yang sejalan.
“Jika sebelumnya kita belajar bagaimana investor harus memiliki kompetensi, kini saatnya para pelaku bisnis (entrepreneur) juga ditempa agar memiliki kompetensi yang sepadan. Apabila dua hal ini dipadukan dan saling berkolaborasi, insyaallah bisnis yang kita bangun bersama akan mampu menggerakkan roda perekonomian bangsa,” tegas Zuhrif.
Arifin mengungkapkan, Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora telah menyusun kurikulum Nusantara Bisnis Academy. Program tersebut selanjutnya direncanakan dikembangkan dalam bentuk pelatihan tatap muka di berbagai wilayah.
Menurutnya, pertemuan langsung akan memudahkan proses identifikasi persoalan dan penyusunan strategi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
“Banyak pertanyaan dan kasus menarik dari daerah yang memerlukan analisis data serta strategi yang presisi. Melalui program Nusantara Bisnis Academy, kelak kita bisa bertemu langsung secara offline untuk membedah fundamental bisnis, mulai dari riset pasar, tata kelola keuangan, hingga pengembangan organisasi,” ujar Arifin.
Melalui Nusantara Bisnis Academy, Partai Gelora berharap pembinaan kewirausahaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, melahirkan pengusaha baru, serta memperkuat jaringan kolaborasi antarpelaku bisnis di berbagai daerah.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha membangun bisnis yang lebih tangguh sekaligus memperluas kontribusi sektor UMKM terhadap perekonomian masyarakat.
16 Oktober 2026 19:52
16 Oktober 2026 19:25
16 Oktober 2026 16:49