Wali Kota Makassar Pastikan Akses Layanan Kesehatan bagi Korban Kebakaran Asrama TNI
02 September 2026 20:05
Berdasarkan data penanganan medis yang dihimpun sebelumnya, sekitar 500 santri telah mendapatkan penanganan. Dari jumlah tersebut, 320 pasien telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit setelah kondisi mereka membaik.
SIDOARJO, BUKAMATANEWS – Suasana di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo, Jawa Timur, dipenuhi penanganan para santri setelah ratusan penghuni Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sedikitnya 512 santri terdampak dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, 80 santri masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 312 lainnya telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan angka tersebut merupakan hasil pendataan dan investigasi awal yang dilakukan tim di lapangan.
"Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang," kata Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Selain santri yang masih dirawat dan telah pulang, BGN mencatat sebanyak 120 santri masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.
"Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang, namun demikian kita juga masih melakukan observasi sebanyak 120 orang," ujarnya.
SPPG Disuspend 30 Hari
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BGN bersama Dinas Kesehatan setempat melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab para santri mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG.
BGN juga menjatuhkan sanksi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin, Sidoarjo. Unit pelayanan tersebut disuspend selama 30 hari dengan kategori berat.
"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," kata Ketut.
"Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin," sambungnya.
Tak hanya menghentikan sementara operasional SPPG, BGN juga mengusulkan pergantian Kepala SPPG Talang Angin sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.
"Kemudian kami juga mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian. Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit," tutur Ketut.
Dirawat di Delapan Rumah Sakit
Sebelumnya, para santri yang mengalami gejala diduga keracunan harus mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Mereka tersebar di delapan rumah sakit di Sidoarjo.
Berdasarkan data penanganan medis yang dihimpun sebelumnya, sekitar 500 santri telah mendapatkan penanganan. Dari jumlah tersebut, 320 pasien telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit setelah kondisi mereka membaik.
Sementara itu, 65 pasien masih menjalani rawat inap. Sebanyak 115 santri lainnya masih dalam tahap observasi dan mendapatkan pemantauan medis.
BGN hingga kini masih melakukan investigasi bersama instansi kesehatan terkait untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan terhadap pelaksanaan program MBG di lokasi tersebut.
02 September 2026 20:05
02 September 2026 19:55
02 September 2026 19:49
02 September 2026 17:20
02 September 2026 16:51