Redaksi
Redaksi

Senin, 31 Agustus 2026 21:18

Takalar Luncurkan SI PATROL, 15 Petugas Dikerahkan Pantau Persoalan Lingkungan

Takalar Luncurkan SI PATROL, 15 Petugas Dikerahkan Pantau Persoalan Lingkungan

SI PATROL diharapkan tidak hanya menjadi inovasi Satpol PP, tetapi menjadi bagian dari sistem pelayanan publik Pemkab Takalar yang mampu menghadirkan pemerintah lebih dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

TAKALAR, BUKAMATANEWS – Persoalan lingkungan seperti lampu jalan mati, tumpukan sampah, hingga keberadaan bangunan liar di wilayah perkotaan Takalar kini ditargetkan dapat terdeteksi lebih cepat. Pemerintah Kabupaten Takalar meluncurkan **SI PATROL (Sistem Patroli Lingkungan Kabupaten Takalar) sebagai inovasi untuk memperkuat pengawasan sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai persoalan di lapangan.

Sebanyak 15 unit perlengkapan patroli diluncurkan dalam Apel Gabungan Lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Senin (31/8/2026).

Peluncuran SI PATROL ditandai dengan penyerahan sepeda, helm, dan rompi patroli kepada petugas oleh Bupati Takalar Daeng Manye. Penyerahan tersebut didampingi Wakil Bupati Takalar dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Takalar, Sahlan Gau.

Dalam arahannya, Daeng Manye mengapresiasi Satpol PP dan Damkar Kabupaten Takalar yang telah menggagas inovasi tersebut. Menurutnya, SI PATROL menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif, inklusif, dan ramah bagi masyarakat.

“Dengan inovasi ini, kita menghadirkan paradigma baru dalam penegakan Perda dan perlindungan masyarakat di Kabupaten Takalar,” ujar Daeng Manye.

Ia menjelaskan, petugas patroli nantinya memiliki zona kerja masing-masing untuk melakukan pemantauan secara rutin di wilayah yang telah ditentukan.

Ketika menemukan persoalan di lapangan, petugas dapat segera melaporkan kondisi tersebut agar perangkat daerah terkait dapat mengambil langkah penanganan.

Berbagai persoalan yang menjadi sasaran pemantauan antara lain lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi, tumpukan sampah, bangunan liar, serta kondisi lingkungan lainnya yang membutuhkan intervensi pemerintah.

Dengan pola tersebut, pemerintah diharapkan tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi dapat lebih proaktif menemukan persoalan melalui pemantauan langsung di lapangan.

Bupati Minta Inovasi Tak Berhenti di Peluncuran

Daeng Manye juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Takalar untuk terus menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Namun, ia mengingatkan agar setiap inovasi yang telah dilahirkan tidak berhenti sebatas seremoni peluncuran.

“Kepada OPD-OPD untuk membuat inovasi yang berkaitan dengan pembangunan dan kemajuan Takalar. Kepada Kasatpol PP, saya mengimbau agar terus mengawasi inovasi ini dan terus dijalankan. Jangan hanya sebatas membuat inovasi saja tetapi mandek di tengah jalan,” tegasnya.

Selain mendorong inovasi pelayanan, Bupati Takalar juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan kedisiplinan, termasuk memperhatikan kehadiran sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang optimal.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Takalar, Sahlan Gau, menjelaskan SI PATROL dirancang sebagai ekosistem digital terpadu untuk memodernisasi tata kelola ketertiban umum, penanggulangan kebakaran, serta perlindungan masyarakat.

“Inovasi ini memadukan tindakan pengawasan fisik secara langsung di lapangan dengan efisiensi sistem informasi berbasis teknologi tinggi,” jelas Sahlan Gau.

Untuk memastikan pengawasan berjalan merata, wilayah perkotaan Takalar dibagi menjadi lima zona operasional. Pembagian tersebut disusun berdasarkan karakteristik kawasan dan kebutuhan pengawasan.

Lima zona tersebut meliputi Zona Pusat Pemerintahan, Zona Ekonomi/Pasar Kota, Zona Transportasi/Jalan Protokol, Zona Pemukiman Warga, serta Zona Fasilitas Sosial dan Kesehatan**.

Melalui pembagian zona tersebut, petugas dapat melakukan pemantauan secara lebih terarah. Setiap dinamika dan persoalan lingkungan yang ditemukan di lapangan dapat dideteksi lebih dini dan dilaporkan melalui sistem untuk kemudian dikoordinasikan dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan penanganan.

Sistem ini juga diharapkan memperkuat transparansi dan akuntabilitas karena setiap persoalan yang ditemukan dapat terdokumentasi dan ditindaklanjuti secara terukur.

Peluncuran SI PATROL menjadi langkah Pemkab Takalar dalam menggeser pola pengawasan dari sekadar menunggu laporan menjadi pemantauan yang lebih aktif dan terstruktur.

Dengan dukungan teknologi serta patroli langsung di lapangan, inovasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan lingkungan sekaligus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah.

Pada akhirnya, SI PATROL diharapkan tidak hanya menjadi inovasi Satpol PP, tetapi menjadi bagian dari sistem pelayanan publik Pemkab Takalar yang mampu menghadirkan pemerintah lebih dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Takalar