Gus Kikin Baru Jadi Ketum PBNU, Langsung Serahkan KTA NU Seumur Hidup untuk Prabowo
31 Agustus 2026 13:14
Di balik keputusan keras tersebut, Amran menyebut pencopotan justru merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan para pegawai yang terlibat.
JAKARTA, BUKAMATANEWS – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali mengambil langkah tegas terhadap aparatur di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Sebanyak 13 pejabat eselon dicopot secara permanen setelah terbukti terlibat aktivitas judi online (judol).

Keputusan tersebut diambil setelah Kementan menerima laporan terkait dugaan keterlibatan sejumlah pejabat dalam judi daring. Laporan itu kemudian diverifikasi dan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan sebelum sanksi dijatuhkan.
Amran menyampaikan keputusan pencopotan tersebut setelah memimpin rapat pimpinan Kementan sejak Senin (31/8/2026) pagi.
“Hari ini kami rapat mulai jam 06.00 pagi tadi. Kemudian pertemuan, ada yang kami tindak pejabat eselonnya enggak usah sebut, pejabat saja. Sebanyak 13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua 13,” kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta.

Menurut Amran, pencopotan terhadap 13 pejabat tersebut bersifat permanen. Ia juga telah meminta Inspektorat Jenderal dan Sekretariat Jenderal Kementan segera menyiapkan pengganti agar kekosongan jabatan tidak mengganggu pelayanan dan kinerja kementerian.
Sudah Dibina, Kembali Mengulangi
Pencopotan permanen itu bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Amran mengungkapkan, sebagian pejabat yang terkena sanksi sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dan peringatan.
Namun, peringatan tersebut tidak membuat mereka berhenti. Pelanggaran kembali dilakukan sehingga pencopotan permanen menjadi langkah terakhir yang ditempuh Kementan.
Amran menegaskan, keterlibatan ASN dalam judi online tidak dapat ditoleransi karena bertentangan dengan disiplin, etika pelayanan publik, serta tanggung jawab aparatur sebagai pelayan masyarakat.
Menurutnya, ASN seharusnya mampu menjadi teladan bagi masyarakat, terlebih mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Sebagai aparatur sipil negara, harus memberikan teladan kepada masyarakat,” tegas Amran.
Ia menyebut tindakan tegas tersebut sekaligus menjadi bentuk pembinaan dan peringatan bagi seluruh pegawai Kementan agar tidak melakukan pelanggaran serupa.
Ada Deposit Judol Hampir Rp200 Juta
Besarnya persoalan tersebut tergambar dari hasil penelusuran Kementan. Amran mengungkapkan, terdapat pejabat yang memiliki nilai deposit atau setoran judi online mendekati Rp200 juta.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar penguatan sanksi terhadap pejabat yang bersangkutan.
Meski demikian, Amran memastikan pencopotan 13 pejabat kali ini tidak berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi. Sanksi diberikan secara khusus karena keterlibatan dalam aktivitas judi daring.
Amran juga menegaskan bahwa pencopotan tersebut tidak akan mengganggu kinerja Kementan. Dengan jumlah pegawai sekitar 52 ribu orang, jabatan yang kosong akan segera diisi oleh pejabat pengganti.
Amran: Ini Bentuk Kepedulian
Di balik keputusan keras tersebut, Amran menyebut pencopotan justru merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan para pegawai yang terlibat.
Ia mengaku mempertimbangkan masa depan keluarga para pejabat tersebut. Namun, sebagai pimpinan, dirinya tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan pembinaan dan memastikan seluruh pegawai berjalan sesuai aturan.
“Karena kasihan pada anaknya, kasihan pada istrinya. Masa saya lebih sayang anaknya daripada mereka? Dan itulah bukti cinta saya pada mereka. Ini saya harus pertanggungjawabkan,” ujar Amran.
Ia berharap para pegawai Kementan dapat mengambil pelajaran dari kasus tersebut dan kembali menjadi aparatur yang bertanggung jawab serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Bina mereka supaya dia menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya,” lanjut Amran.
Pencopotan 13 pejabat ini menjadi sinyal kuat bahwa Kementan tidak memberikan ruang bagi pelanggaran disiplin, termasuk keterlibatan ASN dalam judi online. Bagi Amran, jabatan bukan sekadar posisi struktural, tetapi melekat tanggung jawab untuk menjaga integritas dan menjadi teladan bagi masyarakat.
31 Agustus 2026 13:14
31 Agustus 2026 12:19
31 Agustus 2026 10:58
31 Agustus 2026 09:20
31 Agustus 2026 11:08
31 Agustus 2026 09:10
31 Agustus 2026 08:53
31 Agustus 2026 09:01