Guru Seni Budaya Ini Revitalisasi Gandrang Riwakkang Lewat Hibah Dana Indonesiaraya
12 Agustus 2026 06:31
Gerhana Matahari Total terjadi hari ini 12 Agustus 2026, Simak fakta unik kebetulan kosmis, manik Baily, korona Matahari, jadwal waktu WITA, dan cara menyaksikan lewat siaran langsung dengan aman.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Fenomena alam paling menakjubkan dan langka, Gerhana Matahari Total, berlangsung hari ini, Rabu 12 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi peristiwa ini tidak dapat diamati secara langsung dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk Makassar dan Sulawesi Selatan, karena jalur bayangan Bulan tidak melintasi Nusantara serta seluruh proses berlangsung saat wilayah kita memasuki waktu malam .
Jalur totalitas gerhana melintasi wilayah belahan bumi utara, mencakup Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Spanyol utara, dan sebagian Portugal. Sementara negara-negara di sekitar jalur tersebut hanya akan menyaksikan gerhana sebagian.
Jadwal Lengkap Berlangsungnya (Waktu WITA)

- Fase gerhana sebagian dimulai: pukul 23.34
- Fase gerhana total dimulai: pukul 00.57 (Kamis, 13 Agustus 2026)
- Puncak gerhana: pukul 01.45
- Seluruh proses berakhir: pukul 03.57
Fakta Unik & Keajaiban di Balik Gerhana Matahari Total
Fenomena ini bukan sekadar Matahari tertutup Bulan, melainkan menyimpan kebetulan kosmis dan pemandangan yang jarang terjadi seumur hidup:
Kebetulan Presisi Tata Surya
Matahari berukuran sekitar 400 kali lebih besar dari Bulan, namun berjarak tepat 400 kali lebih jauh dari Bumi. Akibatnya, keduanya tampak berukuran sama persis di langit kita—memungkinkan Bulan menutupi Matahari secara sempurna. Tanpa keselarasan ajaib ini, gerhana total tidak akan pernah terjadi.
Satu-satunya Momen Lihat Korona Matahari
Biasanya lapisan atmosfer luar Matahari yang disebut korona tak terlihat karena kalah silau cahaya intinya. Saat totalitas, ia tampak sebagai mahkota cahaya putih keperakan yang indah melingkar di piringan hitam Bulan.
Fenomena "Manik Baily" & "Cincin Berlian"
Sekitar 10–15 detik sebelum dan sesudah totalitas, cahaya Matahari menembus lembah-lembah di permukaan Bulan, menciptakan bintik-bintik cahaya seperti manik-manik berkilau. Jika tersisa satu titik saja, tampak berlian yang menyala terang—salah satu pemandangan paling ikonik di alam .
Siang Berubah Jadi Senja Mendadak
Di jalur totalitas, langit meredup drastis, suhu bisa turun hingga puluhan derajat celcius, angin berubah arah, burung berhenti berkicau, dan hewan malam mulai bergerak seolah hari sudah gelap .
Bintang & Planet Muncul di Siang Hari
Saat fase gelap sempurna, Venus, Jupiter, dan bintang-bintang terang akan tampak jelas bersinar di langit yang tadinya terang benderang.
Sangat Langka untuk Satu Wilayah
Jalur totalitas hanya selebar 100–200 km dan jarang melewati tempat yang sama sekali 300–400 tahun sekali. Di Indonesia, gerhana total terakhir terjadi tahun 2016, dan baru akan kembali terjadi di wilayah tertentu pada tahun-tahun mendatang .
Cara Menyaksikan dengan Aman
Masyarakat Indonesia dapat mengikuti peristiwa ini secara daring melalui siaran langsung resmi dari lembaga astronomi dunia terpercaya:
- Kanal resmi YouTube & NASA+ milik NASA
- Siaran langsung Badan Antariksa Eropa (ESA)
- Observatorium astronomi internasional lainnya
Peringatan Keselamatan : Jangan pernah menatap Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus berstandar ISO 12312-2, meskipun sebagian sudah tertutup. Hal ini dapat merusak retina mata secara permanen. Kacamata hitam biasa, kaca film, atau kaca gelap tidak aman digunakan .
12 Agustus 2026 06:31
11 Agustus 2026 19:10
12 Agustus 2026 00:52
12 Agustus 2026 03:34
12 Agustus 2026 03:25
12 Agustus 2026 06:31