Redaksi
Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 00:52

Fadli Padi Reborn Kunjungi Urban Farming Disabilitas di Makassar, Panen Okra hingga Nyanyikan “Kasih Tak Sampai”

Fadli Padi Reborn Kunjungi Urban Farming Disabilitas di Makassar, Panen Okra hingga Nyanyikan “Kasih Tak Sampai”

Urban farming disabilitas di Makassar mendapat suntikan motivasi dari Fadli Padi Reborn. Ia ikut panen okra, kubis, hingga bernyanyi bersama.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Suasana urban farming yang dikelola para penyandang disabilitas Penerima Manfaat (PM) Sentra Wirajaya Makassar mendadak lebih semarak. Kehadiran Fadli, vokalis grup band Padi Reborn, menjadi kejutan sekaligus suntikan motivasi bagi para anggota Kelompok Tani Wija di Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (11/8/2026).

Fadli menyempatkan diri melihat langsung aktivitas para penyandang disabilitas yang mengelola lahan pertanian perkotaan tersebut. Ia berkeliling, berdiskusi dengan anggota kelompok tani, sekaligus mengamati berbagai kegiatan produktif yang dilakukan di lokasi.

Urban farming Kelompok Tani Wija merupakan salah satu ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas yang tergabung dalam kelompok tersebut. Menariknya, konsep yang diterapkan tidak hanya sebatas bercocok tanam.

Setelah melihat langsung kondisi lokasi, Fadli menilai urban farming tersebut sudah menerapkan konsep pertanian terpadu.

Di kawasan tersebut terdapat kebun yang ditanami berbagai jenis sayuran, kandang ayam petelur, hingga fasilitas budidaya ikan dengan sistem bioflok. Tidak hanya itu, terdapat pula budidaya maggot dan teba yang dimanfaatkan sebagai media pengelolaan sampah organik, khususnya sisa makanan.

Konsep tersebut membuat berbagai aktivitas di dalam kawasan saling terhubung, mulai dari produksi pangan, peternakan, budidaya ikan hingga pengelolaan limbah organik.

Ikut Panen Okra dan Kubis

Tidak hanya melihat dari jauh, Fadli juga ikut terlibat langsung dalam aktivitas pertanian bersama anggota Kelompok Tani Wija.

Ia diajak memanen sejumlah hasil kebun, di antaranya okra dan kubis. Momen tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Fadli karena dapat melihat langsung hasil kerja para penerima manfaat yang selama ini mengembangkan urban farming sebagai aktivitas produktif.

Di sela kunjungannya, Fadli juga menyaksikan momen menarik dari kandang ayam petelur.

Seekor ayam petelur diketahui menghasilkan telur perdananya. Sebanyak 32 ekor ayam petelur yang berada di lokasi tersebut merupakan bantuan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar.

Momen tersebut menambah warna dalam kunjungan Fadli yang sejak awal terlihat aktif berinteraksi dengan para anggota kelompok.

Jadi Ruang untuk Pulih

Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Syamsuddin, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, mengapresiasi kehadiran Fadli.

Menurutnya, kedatangan musisi yang dikenal luas melalui Padi Reborn tersebut dapat memberikan energi positif bagi para penerima manfaat, khususnya anggota Kelompok Tani Wija.

“Kehadiran Fadli merupakan suatu kehormatan. Kami berharap bisa memacu semangat dan motivasi para Penerima Manfaat, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Tani Wija,” ujar Syamsuddin.

Ia menjelaskan, sebagian besar anggota Kelompok Tani Wija merupakan penyandang disabilitas mental yang telah melalui proses pemulihan.

Karena itu, kegiatan urban farming tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan produk pertanian. Aktivitas tersebut juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri, keterampilan, interaksi sosial, dan kemandirian para penerima manfaat.

Sentra Wirajaya bahkan memberi label kegiatan urban farming bagi penyandang disabilitas mental tersebut sebagai Ruang Untuk Pulih (RUPIAH).

Menurut Syamsuddin, para penerima manfaat hanya membutuhkan ruang, kesempatan, dan dukungan agar dapat kembali menjalani aktivitas produktif di tengah masyarakat.

“Sesungguhnya mereka hanya perlu diberi kesempatan dan motivasi. Oleh karena itu, kehadiran Fadli tentu membawa spirit bagi mereka untuk terus menjadi manusia yang produktif,” katanya.

Ditutup dengan Lagu “Kasih Tak Sampai”

Kunjungan Fadli akhirnya ditutup dengan momen yang tidak kalah menarik.

Di hadapan para penerima manfaat dan tamu yang hadir, Fadli melantunkan salah satu lagu populer Padi, “Kasih Tak Sampai”, yang dikenal luas sejak era awal 2000-an.

Suara khas Fadli seketika mengubah suasana lokasi urban farming. Para penerima manfaat dan tamu yang hadir tampak menikmati penampilan tersebut, bahkan ikut bernyanyi bersama.

Kunjungan itu pun tidak hanya meninggalkan kesan bagi Fadli, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para penerima manfaat.

Di tengah aktivitas bercocok tanam, memelihara ayam, membudidayakan ikan dan mengolah sampah organik, kehadiran seorang musisi ternama menjadi pengingat bahwa karya dan produktivitas dapat tumbuh dari ruang mana pun, termasuk dari urban farming yang dikelola para penyandang disabilitas di tengah Kota Makassar.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Urban farming #fadly padi #kemensos RI