Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026
18 September 2026 13:45
Kepulangan para jamaah menjadi momen yang penuh syukur bagi keluarga setelah harus menanti selama pelaksanaan ibadah haji. Kebahagiaan semakin terasa ketika para jamaah akhirnya kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi selamat.
MAROS, BUKAMATANEWS – Tangis haru dan kebahagiaan mewarnai penyambutan kepulangan jamaah haji Kabupaten Maros setelah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Ratusan keluarga memadati Masjid Agung Maros untuk menyambut para jamaah yang kembali ke kampung halaman.

Penyambutan jamaah haji Kabupaten Maros Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi tersebut turut dihadiri Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros Ahmad Ihyadin, jajaran Pemerintah Kabupaten Maros, serta keluarga jamaah, Rabu (15/7/2026).
Kepulangan para jamaah menjadi momen yang penuh syukur bagi keluarga setelah harus menanti selama pelaksanaan ibadah haji. Kebahagiaan semakin terasa ketika para jamaah akhirnya kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi selamat.
Bupati Maros Chaidir Syam menyampaikan rasa syukurnya atas kepulangan para jamaah yang telah menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Ia berharap pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci tidak berhenti setelah jamaah kembali ke Maros, tetapi tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
“Selamat datang kembali di Kabupaten Maros. Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur, membawa semangat baru dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadi inspirasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Chaidir Syam.
626 Jamaah Berangkat, Satu Meninggal Dunia
Pada musim haji 2026, sebanyak 626 jamaah asal Kabupaten Maros diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar.
Namun, perjalanan ibadah haji tahun ini juga diwarnai kabar duka. Salah seorang jamaah asal Maros, almarhum Sangkala Manrulu Tonga, meninggal dunia di Tanah Suci pada 6 Juni 2026 setelah menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan.
Chaidir Syam menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kita turut berduka atas wafatnya almarhum. Semoga amal ibadah beliau diterima dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros Ahmad Ihyadin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang masuk dalam daftar tunggu keberangkatan haji 2027 agar tidak menunggu hingga mendekati keberangkatan untuk melakukan persiapan.
Menurutnya, calon jamaah perlu mempersiapkan berbagai aspek sejak dini, mulai dari kesehatan, administrasi hingga pemahaman manasik haji.
“Persiapan sejak dini sangat penting agar calon jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik, sehat, dan khusyuk. Selain kesiapan administrasi, kondisi fisik dan pemahaman manasik juga menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran ibadah di Tanah Suci,” kata Ahmad Ihyadin.
Pengalaman di Tanah Suci Jadi Bekal di Masyarakat
Pemkab Maros berharap kepulangan jamaah haji tidak sekadar menjadi akhir dari perjalanan ke Tanah Suci, tetapi menjadi awal untuk membawa nilai-nilai ibadah ke tengah kehidupan masyarakat.
Pengalaman selama menjalankan ibadah haji diharapkan mampu memperkuat keimanan, kepedulian sosial, semangat kebersamaan, serta keteladanan para jamaah di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dengan demikian, predikat haji mabrur tidak hanya tercermin dari selesainya seluruh rangkaian ibadah, tetapi juga dari perubahan sikap dan kontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat.
18 September 2026 13:45
18 September 2026 11:05
18 September 2026 10:42
17 September 2026 21:12
17 September 2026 20:51
18 September 2026 10:42
18 September 2026 11:05
18 September 2026 13:45