Redaksi
Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 23:02

PAM Mini BUMDes Tenrigangkae Maros Resmi Beroperasi, 158 Rumah Kini Terlayani Air Bersih

PAM Mini BUMDes Tenrigangkae Maros Resmi Beroperasi, 158 Rumah Kini Terlayani Air Bersih

PAM Mini BUMDes Tenrigangkae di Maros resmi beroperasi dan melayani 158 rumah. Pemkab juga memperkuat irigasi pertanian lewat JIAT dan pompanisasi.

MAROS, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Maros terus memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus menjaga ketersediaan air untuk sektor pertanian. Salah satunya melalui pengelolaan PAM Mini BUMDes di Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, yang memanfaatkan potensi sumber air lokal.

Bupati Maros Chaidir Syam meresmikan pengelolaan PAM Mini tersebut sebagai salah satu upaya menjawab kebutuhan air bersih masyarakat, terutama saat memasuki musim kemarau.

Menurut Chaidir, keberadaan sumber air lokal yang melimpah menjadi potensi yang perlu dikelola secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Air bersih dan irigasi adalah kebutuhan pokok warga yang harus terus kita perjuangkan,” ungkap Chaidir.

Saat ini, PAM Mini BUMDes Tenrigangkae telah melayani 158 rumah. Jumlah tersebut masih berpotensi diperluas hingga sekitar 800 rumah, seiring pengembangan jaringan distribusi air ke masyarakat.

Tak Hanya Air Bersih, Irigasi Pertanian Juga Diperkuat

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, Pemkab Maros juga memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Infrastruktur tersebut memiliki potensi untuk mengairi hingga puluhan hektare lahan persawahan. Kehadiran JIAT diharapkan membantu petani menjaga ketersediaan air, terutama ketika pasokan air permukaan berkurang pada musim kemarau.

Pemkab Maros juga tetap menyiagakan Satgas Pompanisasi sebagai langkah antisipasi terhadap kebutuhan air bagi lahan pertanian.

Chaidir meminta petani yang mengalami kendala ketersediaan air agar segera berkoordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di wilayah masing-masing.

“Petani yang membutuhkan air bisa langsung melapor kepada PPL setempat,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan persoalan air tidak menjadi hambatan bagi produktivitas pertanian masyarakat.

Chaidir berharap pengelolaan PAM Mini BUMDes dan penguatan jaringan irigasi dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tenrigangkae dan sekitarnya.

Menurutnya, optimalisasi sumber daya air bukan hanya menyelesaikan kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi investasi penting untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga Maros.

“Semoga inovasi ini membawa keberkahan dan keberlanjutan bagi warga Maros,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kabupaten maros #Bupati Maros Chaidir Syam

Berita Populer