Redaksi
Redaksi

Kamis, 17 September 2026 20:51

10 Hari Mencari, Operasi SAR Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Dihentikan

10 Hari Mencari, Operasi SAR Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Dihentikan

Operasi SAR terhadap rombongan jurnalis dan kru KM Arupadatu I di Selat Sunda resmi dihentikan setelah 10 hari tanpa hasil. Gubernur Banten pastikan operasi bisa dibuka kembali jika ada petunjuk baru.

JAKARTA, BUKAMATANEWS - Setelah 10 hari menyisir darat, laut, dan udara tanpa menemukan jejak rombongan jurnalis dan kru KM Arupadatu I, operasi SAR di perairan Selat Sunda akhirnya resmi ditutup. Gubernur Banten Andra Soni menyebut operasi tidak lagi efektif, namun memastikan pencarian bisa dibuka kembali jika muncul petunjuk baru.

Penutupan operasi SAR gabungan tersebut diumumkan secara resmi oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis petang.

"Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," kata dia.

Andra memaparkan bahwa sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.

Termasuk operasi hari ini, di mana tim SAR gabungan tidak berhasil menemukan objek yang dicari walaupun 523 personel SAR gabungan dilibatkan untuk penyisiran di darat, laut, bahkan udara dengan luas jangkauan mencapai 8.509 nautical mile (NM) persegi.

Sebelumnya, tim SAR memang menemukan 13 objek terapung di laut selama operasi berlangsung. Namun, setelah diverifikasi oleh Ditpolairud Polda Banten, seluruhnya dipastikan tidak terhubung dengan fisik maupun kelengkapan KM Arupadatu I.

Kendati demikian, pemerintah daerah beserta Basarnas memastikan operasi pencarian dan evakuasi dapat dibuka kembali sewaktu-waktu apabila ditemukan petunjuk baru atau laporan terkonfirmasi dari masyarakat.

Gubernur Banten turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur tim SAR gabungan serta insan pers yang terus mengawal pemberitaan dan pelaksanaan operasi kemanusiaan tersebut.

"Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindak lanjuti dan terima kasih kepada rekan media yang 10 hari ini terus membantu operasi ini," kata dia, sekaligus menutup konferensi pers.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian Operasi Basarnas melaporkan kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ada delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung, Senin (7/8) pukul 14.42 WIB, namun akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat sekitar 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Jurnalis hilang