Bukan Sekadar Program! Wakil Bupati Pinrang: Pembangunan Harus Berdampak Nyata, Bukan Repetisi Tanpa Hasil
"Stop program tahunan tanpa hasil! Wakil Bupati Pinrang dorong perencanaan berbasis data demi kesejahteraan masyarakat yang nyata."
PINRANG, BUKAMATANEWS — Pembangunan daerah yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat harus dimulai dari peta jalan yang jelas—bukan sekadar rutinitas tahunan. Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, menegaskan hal itu dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Ruang Rapat Bupati Pinrang, Jumat (10/7/2026).

Di hadapan jajaran perangkat daerah, Sudirman melontarkan kritik tajam terhadap pola perencanaan yang selama ini kerap berulang tanpa perubahan berarti. Ia mengingatkan agar anggaran daerah tidak kembali terjebak dalam siklus program tahunan yang hanya mengganti kemasan, tetapi abai terhadap hasil nyata di lapangan.
"Jangan sampai terjadi repetisi program setiap tahun, tetapi tidak memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita harus berubah dan terus berbenah."
Teguran itu menjadi semacam panggilan darurat bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, pembangunan yang berkualitas hanya bisa lahir dari perencanaan yang tidak sekadar formalitas, melainkan berbasis bukti.
Sudirman menekankan bahwa perencanaan berbasis asumsi sudah tidak relevan lagi. Ia meminta semua pemangku kepentingan untuk menjadikan data sebagai "roh" dari setiap kebijakan yang diambil.
"Pembangunan daerah harus berlandaskan pada perencanaan, dan perencanaan yang baik basisnya adalah data. Kita harus memahami data agar setiap indikator pembangunan dapat dicapai."
Tanpa data yang akurat, kata dia, program yang diluncurkan ibarat kapal tanpa kompas—bergerak, tetapi tak tentu arah. Kualitas perencanaan, lanjutnya, sangat ditentukan oleh kemampuan aparatur dalam membaca dan memaknai data, bukan sekadar menggunakannya sebagai pelengkap laporan.
Lebih jauh, Sudirman mengingatkan bahwa pembangunan bukanlah ajang pencapaian seremonial. Keberhasilan harus diukur dari indikator yang menyentuh langsung kehidupan warga:
Penurunan angka kemiskinan
Berkurangnya tingkat pengangguran
Meningkatnya pendapatan masyarakat
Ia menegaskan bahwa setiap program harus memiliki dampak terukur terhadap ketiga variabel tersebut. Jika tidak, maka pembangunan hanya akan menjadi slogan tanpa makna.
Di tengah gempuran kritik dan arahan, Sudirman juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Badan Pusat Statistik (BPS) yang selama ini menjadi mitra setia Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menyediakan data statistik yang kredibel.
Ia menilai data dari BPS adalah fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, ia berharap sinergi antara pemda dan BPS terus diperkuat agar kualitas data pembangunan semakin matang dan terpercaya.
"Mari kita membangun kesadaran untuk membaca dan memahami data. Dengan data yang baik, kebijakan yang diambil akan semakin tepat, pembangunan akan lebih efektif, dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pinrang."
Rapat koordinasi yang berlangsung khidmat itu ditutup dengan seruan perubahan. Sudirman mengajak seluruh jajaran untuk mengubah pola pikir lama dan mengedepankan analisis data yang mendalam dalam setiap pengambilan keputusan. Baginya, pembangunan yang berdampak bukanlah mimpi—asalkan semua pihak mau bekerja dengan cerdas, bukan sekadar sibuk.
News Feed
Haaland vs Kane, Duel Mesin Gol Penentu Tiket Semifinal Piala Dunia 2026
11 Juli 2026 10:50
Febrie Adriansyah Mundur dari Kursi Jampidsus
11 Juli 2026 10:13
Berita Populer
11 Juli 2026 10:50
Menteri ATR/BPN Apresiasi Sulsel Lampaui Target Nasional Perlindungan LP2B Tiga Tahun Lebih Cepat
11 Juli 2026 09:33
11 Juli 2026 09:57
11 Juli 2026 10:13
11 Juli 2026 09:44
