Redaksi
Redaksi

Senin, 06 Juli 2026 16:58

MBG Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal, Wabup Pinrang Ajak Perkuat Ekosistem Produsen Daerah

MBG Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal, Wabup Pinrang Ajak Perkuat Ekosistem Produsen Daerah

peran pemerintah sangat strategis dalam melakukan pendampingan dan pengelolaan terhadap para petani serta produsen bahan baku agar mampu memenuhi standar kebutuhan Program MBG dan menjadi mitra yang berkelanjutan.

PINRANG, BUKAMATANEWS - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional dinilai memiliki tujuan yang sangat mulia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan.

Meski demikian, program ini masih membutuhkan penguatan ekosistem agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si. saat menjadi narasumber pada dialog bertajuk "Benarkah MBG dan KDMP sebagai Mesin Penggerak Ekonomi Rakyat?" yang digelar oleh KNPI Kabupaten Pinrang di See You Cafe, Ahad (6/7).

Dalam penyampaiannya, Wabup Sudirman mengungkapkan bahwa, meskipun pelaksanaan Program MBG saat ini masih belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi masyarakat, namun substansi dan tujuan program tersebut sangat berpihak kepada kepentingan rakyat.

Menurutnya, jika ekosistem pendukung mampu dibangun dengan baik, Program MBG tidak hanya akan memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya para petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal sebagai penyedia bahan baku.

"Harapan kita tentu seluruh kebutuhan bahan baku Program MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat Kabupaten Pinrang. Dengan begitu, uang yang berputar dari program ini akan kembali menggerakkan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Wabup Sudirman.

Namun demikian, lanjutnya, karena Program MBG masih tergolong baru, ekosistem produksi dan distribusi bahan baku lokal belum sepenuhnya terbentuk.

Akibatnya, kebutuhan bahan baku belum seluruhnya mampu disuplai oleh produsen lokal meskipun potensi yang dimiliki Kabupaten Pinrang sangat besar.

Olehnya itu, Wabup Sudirman mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat hingga para produsen lokal untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program ini agar ke depan semakin banyak bahan baku yang berasal dari Kabupaten Pinrang.

Menurutnya, peran pemerintah sangat strategis dalam melakukan pendampingan dan pengelolaan terhadap para petani serta produsen bahan baku agar mampu memenuhi standar kebutuhan Program MBG dan menjadi mitra yang berkelanjutan.

"Pemerintah harus mampu memetakan potensi yang dimiliki masyarakat, melakukan pendampingan, serta membangun kemitraan yang baik sehingga para petani dan produsen lokal benar-benar menjadi bagian dari rantai pasok Program MBG. Jika ini terwujud, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui meningkatnya pendapatan, terbukanya peluang usaha baru, serta tumbuhnya ekonomi kerakyatan yang kuat," jelasnya.

Dirinya berharap, dengan penguatan ekosistem tersebut, Program MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi bagi generasi muda, tetapi juga mampu menjadi instrumen pembangunan ekonomi daerah yang melibatkan masyarakat secara luas dan berkelanjutan.

Dengan demikian, manfaat program ini akan dirasakan secara nyata, baik dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat maupun kesejahteraan para pelaku usaha dan produsen lokal di Kabupaten Pinrang.

Pada kesempatan ini turut hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura A.Sinapati Rudy, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mukti Ali, Koordinator Wilayah BGN Nining Anggraeni dan peserta dialog lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Pinrang

Berita Populer